Menu

Catat!, Ternyata Ini Manfaat Puasa Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Tapi Ada Syaratnya

Siswandi 25 Apr 2020, 01:26
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Puasa di Bulan Ramadan adalah salah satu kewajiban kaum muslim. Yang membuat puasa kali ini agak berbeda adalah karena dilakukan saat Pandemi virus Corona tengah melanda dunia, termasuk Indonesia.

Meski harus menahan lapar dan haus, puasa justru menambah daya imunitas tubuh. Imunitas ini adalah salah satu yang paling dibutuhkan manusia untuk menangkal dari terjangkit virus Corona.

Hal ini diungkapkan pakar gizi dr. Arti Indira M. Gizi, Sp. GK. Dikatakan,  puasa di bulan Ramadan justru akan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Dari banyak penelitian, setelah berpuasa selama 30 hari ternyata sistem imun kita malah lebih baik. Badan seperti ter-recharge ulang," ungkapnya dalam Live IG bersama dr. Teuku Adifitrian, SpBP-RE (dr. Tompi), Jumat 24 April 2020, dilansir kompas.

Namun ia juga mengingatkan, agar hal itu tercapai harus dilakukan secara tepat. Mulai dari saat sahur, berbuka hingga harus minum yang cukup. Tidak berlebihan dan tidak pula kekurangan.

"Sahur, buka harus yang benar, makan malam, snack malam, dan harus ada aktivitas fisik," terangnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, total asupan kalori harian seseorang berkisar 1.500-1.800 kalori.

Pada waktu sahur, usahakan  mengonsumsi 40 persen dari total kebutuhan kalori tersebut. Kemudian, konsumsi asupan lainnya sebanyak 10 persen pada waktu berbuka.

"Setelah menjalankan ibadan salat maghrib, kita bisa mengonsumsi makan malam dengan memenuhi 40 persen kebutuhan kalori. Sisa 10 persen kalori untuk camilan malam sebelum tidur," terangnya.

Saat sahur, usahakan mengonsumsi nutrisi lengkap. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga vitamin dan mineral yang didapatkan dari sayur dan buah.

Penuhi setengah piring dengan sayur dan buah, sementara setengah lainnya untuk karbohidrat dan protein. Pilih karbohidrat kompleks karena mengandung tinggi serat sehingga kita bisa kenyang lebih lama.

"Misalnya nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang, ubi, singkong," kata Arti.

Protein juga membantu membentuk sistem imun dan bisa membantu kita untuk kenyang lebih lama.

Sementara saat berbuka, hindari makan berlebihan. Berbuka dengan air buah atau air kelapa diperbolehkan, namun Arti menganjurkan untuk memulai sesi berbuka dengan air putih.

Untuk memenuhi kebutuhan 10 persen kalori, kamu bisa mengonsumsi tiga hingga lima butir kurma. Namun, kurma juga bisa diganti dengan alternatif lainnya.

"Boleh buah potong atau salad buah dibikin puding," paparnya.

Makan malam sebaiknya dikonsumsi setelah salat Magrib dan sebelum Tarawih untuk memberi jarak makan dengan waktu tidur.

Arti juga mengingatkan, konsumsi air putih juga harus cukup supaya terhindar dari  dehidrasi. Setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda, namun rata-rata disarankan mengonsumsi delapan gelas setiap hari.

"Buat sahur sebenarnya 2-4 gelas juga cukup. Sisanya untuk mencapai delapan gelas sehari setelah berbuka puasa, setelah shalat Magrib, setelah Isya, dan mau tidur malam," turupnya. ***