Pakar Epidemiologi Sebut PSBB Berdampak Terhadap Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta

M. Iqbal
Minggu, 03 Mei 2020 | 13:46 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebutkan jika kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah menunjukkan dampak di Ibu Kota.

"Di Jakarta sudah berefek," kata Pandu dilansir dari Tempo.co, Ahad, 3 Mei 2020.

Baca juga: Chandra Liow Tak Terima Mendapat Tuduhan Jadi Pelaku Kekerasan Akan Gelar Press Conference

Dia menjelaskan jika proporsi penduduk DKI yang tinggal di rumah selama April 2020 sudah mencapai 60 persen. Dampaknya, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan turun cepat dan melandai.

Dua juga telah meminta Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mempertahankan agar masyarakat tetap di rumah. Bahkan, kalau perlu ditingkatkan menjadi 80 persen. 

Meski kasus di Jakarta sudah melandai karena PSBB, Pandu mengingatkan bahwa hal itu tidak berlaku di daerah lain. Jumlah kasus positif di luar Jakarta justru meningkat tajam karena proporsi penduduk yang tinggal di rumah belum banyak.

Baca juga: Tak Membahas Terkait KDRT Ternyata Begini Isi Perjanjian Pranikah Lesti Kejora dan Rizky Billar

Di Jawa Tengah, misalnya, proporsi penduduk yang tinggal di rumah masih di bawah 40 persen. Di Jawa Timur masih 50 persen. "Kami harapkan mereka meningkatkan 10 persen."

Selama ada perpindahan atau mobilitas manusia, pergerakan virus juga terpengaruh. "Orang berhenti, virus berhenti," tutur Pandu.


Jakarta PSBB
Informasi Anda Genggam


Loading...