Menu

Gelar Pasar Murah, Disdagperin Bengkalis Akan Mengevaluasi Dari Persediaan Harga

Dahari 4 May 2020, 18:23
Gelar Pasar Murah, Disdagperin Bengkalis Akan Mengevaluasi Dari Persediaan Harga (foto/Hari)
Gelar Pasar Murah, Disdagperin Bengkalis Akan Mengevaluasi Dari Persediaan Harga (foto/Hari)

RIAU24.COM -  BENGKALIS- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis memastikan akan menggelar pasar murah dalam rangka penanganan wabah virus corona atau covid-19 di daerah ini.

zxc1

Sebelumnya, Disperindag akan menggandeng pihak Bulog, namun karena ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan tidak mencukupi, Disdagperin akan langsung melakukan penyediaan dari penyedia bahan pangan yang ada di Bengkalis.

Seperti yang dilakukan oleh tim pada Senin 4 Mei 2020, sejumlah gudang yang ada di Bengkalis dan memiliki izin dilakukan pemantauan kondisi persediaan stok bahan pangan untuk keperluan pasar murah, yaitu gula pasir, minyak goreng kemasan dan beras.

"Hari ini kita melihat persediaan di beberapa gudang yang akan digunakan untuk penyaluran sembako pasar murah dalam rangka penanganan covid-19, dan nanti akan mengevaluasi dari persediaan dan harga-harganya kemudian untuk menentukan kemana akan belanja,"ujar Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, H. Indra Gunawan disela-sela pemantauan gudang, Senin 4 Mei 2020 kepada sejumlah wartawan.

zxc2

Disinggung terkait rencana bekerja sama dengan Bulog dalam pasar murah tahun ini, disebutkan Indra dibatalkan karena di Bulog tidak cukup tersedia seperti minyak goreng kemasan dan gula pasir.

"Dan jikapun ada nanti akan butuh waktu yang cukup lama sementara ini mendesak, jadi kita bekerja sama dengan beberapa pengusaha. Untuk tahap pertama ini kita rencanakan sudah disalurkan minggu ini,"ungkapnya.

Sementara itu bentuk paket bahan pangan pasar murah ini adalah beras 10 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng kemasan 2 liter. Untuk memperolehnya warga wajib menebus senilai Rp50 ribu per paket.

Sedangkan data penerima berdasarkan dari data yang terbaru akan terjadi kenaikan yanh signifikan menjadi sekitar 43 ribuan keluarga. 

"Teknis penyalurannya nanti data berdasarkan dari desa atau kelurahan. Pasar murah akan didistribusikan ke kantor kelurahan atau desa. Warga pemegang kupon dan menebus sebesar Rp50 ribu. Data dari desa atau kelurahannya sudah siap dan paket juga tidak perlu menunggu menumpuk akan langsung disalurkan,"ucap Indra lagi seraya mengatakan ini adalah upaya membantu masyarakat dalam bentuk pasar murah. (R24/Hari)