Menu

Terkait Aksi Tak Senonoh Siswa Rohul, Komisi V DPRD Riau Ajak Semua Pihak Terkait Introspeksi Diri

Satria Utama 4 May 2020, 22:06
Eddy M Yatim
Eddy M Yatim

RIAU24.COM -  PEKANBARU- Ketua Komisi V DPRD Riau  Eddy A Mohd Yatim, S.Sos, M.Si menyesalkan aksi tak senonoh siswi SMA Negeri 1 Kunto Darussalam merayakan kelulusan yang saat ini viral di media sosial. Aksi yang dilakukan pelajar tersebut sangat miris sekali, terlebih dalam suasana Ramadan serta masih dalam situasi wabah Covid-19.

“Saya terkejut ketika mendapat kiriman video perayaan kelulusan siswa SMA itu. Seketika viral dan menjadi isu nasional. Saya pikir kita harus lakukan evaluasi dan segera mengurai benang kusut kasus ini. Sebab, ini benar-benar melukai perasaan kita sebagai orang Riau," tegas Eddy Yatim.

Sebagai komisi yang membidangi masalah pendidikan, ia melihat sejumlah pihak terkait kecolongan dengan munculnya kasus ini. "Saya tidak ingin menimpakan kesalahan kepada siswa dan pihak sekolah semata, tapi mari kita jadikan ini pelajaran berharga agar tidak terulang kembali di Provinsi Riau yang dikenal sebagai negeri Melayu yang memiliki nilai-nilai kesantunan, " ujarnya. 

Mencermati kronologi kejadiannya, kata Eddy Yatim lagi, sekolah mengumumkan hasil kelulusan pada malam hari. Kemudian para siswa melakukan perayaan pada sore harinya di bulan puasa. "Ini kan ada sesuatu yang aneh. Pihak sekolah sudah berusaha bersikap antisipatif, namun para siswa bisa mengkoordinir kebersamaan dan melakukan perbuatan yang tidak patut dalam merayakannya," urai Eddy Yatim.

Terkait perlunya sanksi tegas, Komisi V bukan tidak sepakat meminta pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada siswa atau pihak sekolah, namun ini menyangkut masa depan anak didik tersebut dan pihak sekolah. 

"Kita menyesalkan kejadian ini dan meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau membentuk Tim Investigasi untuk mengurai persoalan ini. Setelah itu, baru nanti kita minta ada sanksi tegas. Agar ke depannya, peristiwa yang mencoreng marwah Riau sebagai negeri yang menjunjung tinggi adat istiadat serta norma Islam ini, tidak lagi terjadi, " tegasnya. 

"Yah, kalau diikutkan emosi, kita minta Kepseknya dipecat dan siswanya ditunda kelulusannya, tapi itu kan bukan sebuah tindak yang bijak untuk masa depan siswa dan sekolah," tutup Eddy Yatim lagi.***