Menu

Harris: Bantuan Untuk Warga Terdampak Covid-19 Harus Tepat Sasaran

Ardi 5 May 2020, 13:27
Bupati Pelalawan HM Harris mengingatkan semua pihak, terutama instansi maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), untuk melakukan pendataan secara valid (foto/ist)
Bupati Pelalawan HM Harris mengingatkan semua pihak, terutama instansi maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), untuk melakukan pendataan secara valid (foto/ist)

RIAU24.COM - Bupati Pelalawan HM Harris mengingatkan semua pihak, terutama instansi maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), untuk melakukan pendataan secara valid terhadap warga masyarakat yang berdampak langsung ekonominya karena wabah covid-19.



"Kita inginkan validasi data yang akurat bagi penerima bantuan yang berdampak langsung wabah covid-19. Agar yang benar-benar berhak yang menerima nantinya," kata Bupati Harris belum lama ini.

zxc1

Katanya, penerima jangan nantinya tumpang tindih atau penerima mendapat bantuan dari semua pihak sehingga yang lainnya tidak mendapat bantuan. Intinya merata, semua yang berdampak harus menerima bantuan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Propinsi Riau menganggarkanan dana pencegahan dan penanganan  Covid-19 atau virus corona tersebut, sebesar Rp 63 Miliar. Salah satu anggarannya adalah untuk keperluan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak.



Adapun plafon anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 itu untuk semua bidang yang ada di dalam gugus tugas. Pemkab masih melakukan penyisiran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki masing-masing OPD atau bidang gugus tugas Covid-19 Pelalawan.

zxc2

Bupati Pelalawan dua periode ini menyebutkan anggaran penanggulangan Covid-19, itu dipergunakan untuk seluruh bidang yang terdampak. Termasuk dampak ekonomi, sosial, hingga ke rumah tangga masyarakat yang kehilangan pekerjaan maupun pendapatan.


"Makanya kita ingatkan data jangan tumpang tindih, perusahaan - perusahaan yang juga ikut andil memberikan bantuan juga diminta berkoordinasi dengan Gugus Tugas. Ini kan selain batuan dari yang dianggarkan juga ada bantuan dari Propinsi maupun dari pusat untuk progaram-program yang sudah berjalan. Oleh karenanya ini harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai yang seharusnya berhak menerima malah tidak terdata," tegas Bupati Harris.



Pemerintah Kabupaten Pelalawan, saat ini sedang melakukan pendataan bagi warga miskin dan yang terdampak pendemi Corona (Covid19). Pendataan tersebut telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 24 April 2020 mendatang. 

“Pendataan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan berapa banyak warga yang akan menerima. Dan satu hal lagi, Ini akan kita sesuaikan dengan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi,” ujar Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan Zulhelmi, M.Si.

Dikatakannya, pola pemberian bantuan bagi warga miskin dan terdampak Covid-19 dilaksanakan berdasarkan data nama dan alamat. "Pemberian bantuan ini bisa terus terpantau karena dilaksanakan berdasarkan data nama dan alamat atau by name, by address,” tambahnya.

Untuk warga yang terdampak Covid-19, kata Zulhelmi, Pemerintah tidak melihat asal dari mana untuk menerima bantuan tersebut, namun tetap memandang dari segi yang membutuhkan terutama yang terdampak Covid-19 itu sendiri.

“Yang jelas bantuan akan diberikan bagi yang terdampak Covid-19, seperti karyawan yang di PHK maupun yang dirumahkan juga UMKM. Namun ada juga yang datang berkunjung namun tidak dapat kembali karena posisi PSBB atau aturan larangan mudik,” ucapnya.



Hingga saat ini pendataan yang dilakukan telah hampir rampung dan mendekati selesai. Telah sampai pada tahap pertemuan yang dilakukan desa dengan masyarakat. "Yang jelas akan segera kita tuntaskan,” ujarnya.

Wakil Bupati Pelalawan Drs. H. Zardewan, MM beberapa waktu lalu berkesempatan menyerahkan bantuan paket sembako kepada 50 warga di Pangkalan Kerinci. Sembako berupa beras, mie instan, minyak, gula, tepung, kecap termasuk masker. 

"50 paket bantuan sembako ini masih dalam tahap awal. Disini Camat Pangkalan Kerinci bersama lurah dan RT/RW yang menentukan penerima bantuan. Untuk selanjutnya tentu data yang sudah valid. Kjta berharap bantuan ini bentuk kepedulian Kita terhadap masyarakat yang berdampak meringankan beban yang ekonominya sudah sulit pasca mewabahnya covid - 19," terangnya.  

Selanjutnya,  Pemerintah Kabupaten Pelalawan melaksanakan kegiatan pembagian paket sembako kepada kaum dhuafa di Kelurahan Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras beberapa waktu lalu.

Paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Adi Sukemi, MM dan Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan serta disaksikan oleh Camat Pangkalan Kuras Firdaus Wahidin, M.Si, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ahmad dan jajaran, Koramil Pangkalan Kuras Kapten Masrah dan jajaran serta Lurah Sorek Satu Ridawati Erma, MH juga Kepala Puskesmas Sorek Satu Siti Aisyah.

Disaat pembagian sembako terlihat nyata ekspresi kebahagiaan yang terpancar dari wajah para penerima bantuan sembako tersebut karena bantuan sembako ini sangat berarti bagi warga yang terimbas secara langsung perekonomiannya akibat pembatasan kegiatan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam kesempatan tersebut Adi Sukemi berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan sesuai protokil Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) dan himbauan Pememerintah

"Mari jaga kesehatan dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, selalu memakai masker bila bepergian keluar rumah, mengurangi aktifitas di luar rumah, hindari kerumunan serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air yang mengalir agar dapat terhindar dari penyebaran virus Covid-19," pungkasnya mengingatkan. (Adv)