Jokowi Naikkan Iuran, Dirut BPJS Angkat Suara, Begini Katanya

M. Iqbal
Kamis, 14 Mei 2020 | 12:47 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi R24/ibl Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi
Bea Cukai

RIAU24.COM - Terkait rencana Presiden Joko Widodo yang kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris angkat suara.

"Saya ingin menjelaskan ke publik, informasi dan beritanya sudah lari ke mana-mana," kata dia dilansir dari Okezone.com, Kamis 14 Mei 2020.

Dikatakannya, dengan adanya Perpres ini hakikatnya merupakan program secara bersama dengan asas gotong royong. Di mana berbagai pihak saling berkontribusi, yang BPJS Kesehatan, DJSN, dan Kementerian Keuangan. "Intinya pemerintah hadir," lanjutnya.

Baca juga: Najwa Shihab Sentil Pemerintah Terkait RUU KUHP Ancaman Penjara: Ajak Banyak Profesi hingga Trending di Twitter

Dia menambahkan, Jokowi secara tegas menyatakan pemerintah akan membiayai masyarakat miskin. Menurutnya, per 30 April jumlah yang sudah dibiayai negara adalah 132.600.906 warga. "Tentu datanya terus bergerak, tapi ini dibiayai negara," jelasnya.

Untuk diketahui, Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Mulai 1 Juli 2020, iuran BPJS Kesehatan akan naik untuk kelas I dan II, sementara kelas III naik secara bertahap dan masih diberikan subsidi dari pemerintah.

Baca juga: Indonesia Didesak Untuk Memperketat Pembatasan Karena Kasus Subvarian Omicron Meningkat

Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp150.000 untuk kelas I, Rp100.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III.


Informasi Anda Genggam


Loading...