Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pengamat: Bisa Saja ada Tokoh di Luar Megawati yang Lebih Dominasi Jokowi

M. Iqbal
Minggu, 17 Mei 2020 | 09:33 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net
Bea Cukai

RIAU24.COM - Dikarenakan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, Kader PDI Perjuangan pun gencar mengkritik Presiden Joko Widodo. Kebijakan itu adalah menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan di tengah pandemik Covid-19.

Pengamat politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah menilai sikap kritis dari kader itu muncul karena Jokowi dianggap telah keluar dari khittah perjuangan partai.

Baca juga: Ini Cara Sri Mulyani Tempuh S2 di Negeri Orang Sambil Jaga Anak

"Reaksi PDIP bisa jadi tanda penting bahwa kebijakan presiden sudah di luar batas toleran, bahkan di kalangan kader separtainya sekalipun," kata dia dilansir dari Rmol.id, Ahad, 17 Mei 2020.

Masih menurut Dedi, dia membaca ada dua hal penting atas sikap PDIP tersebut. Pertama, Dedi menilai jika kader PDIP menganggap Jokowi sudah tidak berada dalam kontrol PDIP sebagai petugas partai.

"Kader PDIP melihat presiden sudah tidak berada dalam kontrol PDIP, bisa saja ada tokoh di luar Megawati (ketua umum PDIP) yang lebih mendominasi presiden," lanjutnya.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke 38, Chicco Jerikho Unggah foto Bareng Keluarga Kecil

Kemudian yang kedua, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini, PDIP dinilai khawatir kebijakan Jokowi sebagai Presiden yang tidak pro terhadap wong cilik akan semakin membuat publik anti kepada partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

"Mengingat waktu mendekati ada pilkada dan ke depan ada Pilpres 2024. Jangan sampai kebijakan presiden dijadikan tolok ukur kepemimpinan PDIP," pungkas Dedi.


Informasi Anda Genggam


Loading...