Dari Awalnya Destinasi Wisata Elite di Dunia, Tempat Ini Berubah Jadi Kota Hantu, Begini Kisahnya

Siswandi
Minggu, 17 Mei 2020 | 20:58 WIB
Yang tersisa dari Kota Varosha di Siprus. Foto: int R24/wan Yang tersisa dari Kota Varosha di Siprus. Foto: int
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Dahulu, di Siprus ada sebuah kota yang demikian indah dengan pemandangan pantai nan eksotis. Karena keindahannya itu kota ini pernah menjadi destinasi wisata kelas elit di dunia.

Namun semua itu berubah drastis. Gara-gara perang, kota ini tak lagi dihuni manusia.

Bukan sekedar fiksi, tapi memang itulah yang menimpa Kota Varosha di Famagusta, Siprus.

Baca juga: Hakim India Menolak Pengaduan Pelecehan Seksual Wanita Karena Dia Mengenakan 'Pakaian Sexy'

Dilansir detik, Minggu 17 Mei 2020, sejak saat itu, kota ini seakan hilang ditelan bumi. Kota pesisir dengan garis pantai yang indah ini dulunya dipuja-puja sebagai destinasi kelas dunia.

Layaknya kota makmur incaran turis tajir, Varosha memiliki gedung-gedung mewah sebagai penginapan.

Begitu pula resor-resor alam dengan pemandangan laut juga tertata rapih di bibir pantai. Suguhan alamnya pun sangat indah dan eksotis.

Varosha sendiri memiliki penduduk yang mayoritas adalah orang Siprus yang keturunan Yunani dan Turki.

Rupanya sering terjadi perselisihan antar etnis di Varosha selama beberapa dekade.

Hal ini dikarenakan perebutan kekuasaan oleh Yunani dan Turki. Siprus dianggap daerag yang menghasilkan, sehingga menjadi incaran.

Baca juga: Reputasi Will Smith Anjlok Setelah Insiden Tamparan Oscar

Puncak perselisihan terjadi pada tahun 1974, saat pemerintah nasionalis Yunani berkuasa. Pemerintah Yunani melakukan upaya perluasan ke Pulau Siprus.

Turki pun tak mau kalah. Di tahun yang sama, pasukan Turki menginvasi Siprus.

Buntutnya, perang pun pecah, bagian utara pulau pun dibentuk menjadi negara Siprus Turki.

Semua warga sebanyak 39.000 jika menyelamatkan diri pada malam itu. Semua properti mewah harus ditinggalkan tanpa ada pengecualian.

Invasi tersebut dianggap sebagai pendudukan ilegal oleh PBB dan Uni Eropa. PBB pun memberikan penyangga dan tanda bahwa kota ini terlarang.

Tak hanya itu, PBB juga membatasi sekeliling Kota Varosha dengan kawat berduri dan pos penjagaan. Area ini dijadikan sebagai zona militer.

Tahun demi tahun berganti, semak belukar tumbuh mengambil alih. Pohon tak lagi tumbuh di depan rumah, tapi di dalam bangunan. Sudah lebih dari 40 tahun. Varosha disebut-sebut sebagai Kota Hantu. Bahkan banyak juga yang nekad uji nyali di sini.

Rencananya Turkish Republic of Northern Cyprus (TRNC) akan membuka kembali Varosha sebagai tempat wisata.

Pernah jadi kota hantu, apakah Varosha akan kembali ramai turis? Waktu yang akan menjawabnya. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...