Penyaluran Bantuan Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 Mandek, Ini Alasan Kadisperindag

Ryan Edi Saputra
Sabtu, 30 Mei 2020 | 21:10 WIB
Ingot Ahmad Hutasuhut R24/put Ingot Ahmad Hutasuhut
<p>RIAU24.COM - PEKANBARU - Penyaluran bantuan sembako bagi warga Pekanbaru terdampak pandemi virus corona mandek. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru belum menerima data tambahan dari Dinas Sosial (Dinsos).

Baca juga: PPKM Level IV Diterapkan, Bisnis Konveksi di Pekanbaru Terpukul

"Masalah penyaluran sembako, kami berpatokan pada data. Kami sudah menyalurkan bantuan sembako tahap pertama pada 15.625 paket dan 30.000 paket. Tahap pertama rampung 19 Mei," kata Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Sabtu (30/5/2020).

Kemudian, penyaluran sembako tahap kedua disalurkan pada H-2 Lebaran. Saat itu, bantuan disalurkan ke satu kecamatan sebanyak 1.300 paket. 

"Kami akan melanjutkan. Tetapi sampai sekarang, kami belum menerima data tambahan," ungkap Ingot.

Baca juga: BIN Daerah Riau Gelar Vaksinasi Dengan Sasaran Santri Pondok Pesantren dan Door To Door Masyarakat

Awalnya, penyaluran sembako tahap kedua ini sebanyak 45.000 paket. Tapi ada masukan dari  masyarakat karena masih ada yang belum mendapat bantuan. Sehingga, penerima bantuan sembako tahap kedua ditambah 15.000 paket.

Rinciannya, 5.000 paket bagi para petugas bagian pelayanan yaitu tenaga harian lepas Satuan Polisi Pamong Praja, THL Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, THL Dinas Perhubungan. Sebanyak 5.000 paket lagi dialokasikan bagi masyarakat yang diusulkan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

"Kami juga menambah 5.000 warga terdampak corona yang belum pernah mencicipi bantuan sama sekali. Kami sudah meminta camat dan ketua RW mendata," ucap Ingot.

Data ini yang belum rampung. Diharapkan, data ini dirampungkan Dinsos.


Bantuan
Informasi Anda Genggam


Loading...