Menu

Setelah Jadi Trending Topik, Novel Baswedan Dianggap Sudah Setara Gus Dur, Ini Sebabnya

Siswandi 3 Jun 2020, 09:14
Novel Baswedan
Novel Baswedan

RIAU24.COM -  Sosok penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali menjadi sorotan. Hal itu setelah keberhasilannya meringkus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Setelah sempat menjadi trending topic, ada pihak yang bahkan menyamakan Novel dengan mantan Presiden RI, Gus Dur atau Abdurrahman Wahid. 

Seperti diketahui, Nurhadi sempat buron selama 3 bulan, karena tidak pernah memenuhi panggilan yang dilayangkan lembaga antirasuah tersebut. Ia dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Para netizen di Tanah Air juga banyak yang memuji integritas yang telah ditunjukkan Novel. Netizen menilai,  mata hati Novel tidak buta untuk mengungkap kebenaran. Meski yang bersangkutan adalah korban penganiayaan yang mengakibatkan satu matanya tidak bisa lagi berfungsi normal. 

Dalam pandangan mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi, Novel dinilai sebagai sosok yang mirip dengan mantan Presiden ke-4 RI, Gus Dur. Menurut dia, Novel menggunakan mata hati untuk menangkap buronan KPK meskipun mengalami gangguan penglihatan.

"Tak ada keraguan untuk bilang ini, Novel Baswedan seperti Gus Dur! Saat semua pemilik mata normal buta terhadap kebenaran, Novel gunakan 'mata-hati' pimpin sendiri penangkapan buronan. Pasti bikin keki para Komisioner @KPK_RI. Kita perlu pemimpin yang punya mata hati," kicaunya di akun Twitter pada Selasa, 2 Juni 2020.

Dilansir viva, Rabu 3 Juni 2020, tak hanya menerima hujan simpati, nama Novel bahkan sempat trending topik di media sosial. Hanya saja, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengakui tahu pasti, apakah Novel yang memimpin penangkapan terhadap Nurhadi. Namun ia membenarkan, Novel ikut terjun dalam penangkapan itu. 

"Tim KPK kalau kerja pasti banyak unit juga yang terlibat juga, dan ini semua karena semua tim kerja sama. Yang jelas kami apresiasi kepada semua anggota tim, termasuk pada mas Novel," ujarnya. 

Seperti dirilis sebelumnya, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, diamankan tim penyidik KPK pada Senin malam, 1 Juni 2020. Dalam kasus yang menjerat Nurhadi tersebut, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Selain Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto juga ditetapkan dengan status yang sama. Dengan demikian, saat ini tinggal Hiendra Soenjoto masih buron.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. ***