riau24

Hina Biksu, Dokter di Myanmar Ditahan 21 Bulan Penjara

Riki Ariyanto
Jumat, 05 Juni 2020 | 00:04 WIB
Hina Biksu, Dokter di Myanmar Ditahan 21 Bulan Penjara (foto/int) R24/riki Hina Biksu, Dokter di Myanmar Ditahan 21 Bulan Penjara (foto/int)

RIAU24.COM -  Myanmar menjatuhkan hukuman penjara 21 bulan kepada seorang dokter. Hukuman itu diberlakukan pada oknum dokter tersebut sebab dianggap menghina biksu Budha sehubungan debat mengenai proposal untuk mengajar pendidikan seks di sekolah.




BACA JUGA : Video Blackpink's You How You Like That Menerima Serangan Balik Setelah Menggunakan Dewa Hindu Dalam Sebuah Adegan



Dilansir dari Okezone, Seorang biksu senior menyebut, Kyaw Myo Win, (31), ditangkap pada Mei di biara dekat pusat Kota Meiktila, di situ ia meminta maaf pada para biksu sebab mencemooh mereka di posting Facebook.

Seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan bahwa pengadilan di Kota Mandalay menghukum Thant di bawah bagian KUHP yang melarang penghinaan terhadap agama.

BACA JUGA : Turki Mengancam Hal Ini Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi



"Dia merasa menyesal dan mengakui kejahatannya sehingga pengadilan memberikan keputusan ini," sebut Juru Bicara Pengadilan Kyaw Myo Win sebagaimana disampaikan melalui rekaman video yang dipublikasikan outlet berita Irrawaddy.

Kyaw Myo Win enggam berkomentar ketika dihubungi oleh Reuters. Pada Kamis (4/6/2020) Kyaw Myo Win menyebut pada media bahwa Kyaw Win Thant tak memiliki pengacara dan dia tak bisa dimintai komentar.

Posting Facebook Kyaw Win Thant merupakan tanggapan atas komentar yang di-posting oleh banyak biksu lain yang mengecam proposal pemerintah untuk mengajarkan pendidikan seks di sekolah.

Posting tersebut sudah dihapus dan tidak dapat diverifikasi oleh Reuters.

Seorang pejabat senior dari departemen urusan agama distrik Mandalay membenarkan hukuman itu.

"Kami mengajukan gugatan karena ia melanggar hukum," sebut pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya, kepada Reuters.

Pendidikan seks memang tak diajarkan sebagai mata pelajaran yang terpisah di sebagian besar sekolah di Myanmar meskipun aspek-aspek tumbuh dewasa dibahas.

Memang topik tersebut menjadi hangat setelah viral media sosial. Hanya saja tetap tabu di Myanmar yang terkenal sebagai negara konservatif, mayoritas Buddha itu.

Di Myanmar para biksu sejak lama jadi sumber bimbingan moral yang memiliki pengaruh besar.



Informasi Anda Genggam



Loading...