Ikut Campur Soal Konflik Dua Korea, Amerika Dikecam Pyongyang; Lebih Baik Tutup Mulut

Satria Utama
Kamis, 11 Juni 2020 | 09:41 WIB
ilustrasi/net R24/saut ilustrasi/net

RIAU24.COM -  Memanasnya kembali konflik antara Korea Utara dengan Korea Selatan memancing Amerika Serikat ikut berkomentar. Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan kekecewaannya karena pemerintah Korea Utara menangguhkan hotline komunikasi dengan Korea Selatan pada Selasa.

Menyikapi reaksi Amerika tersebut Direktur jenderal urusan Amerika Serikat di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun, mengatakan, AS tidak memiliki urusan untuk mengomentari masalah antar-Korea. Mengingat saat ini Washington bersiap menghadapi pemilihan presiden, maka sebaiknya negara itu diam.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Paling Kejam dan Sadis di Dunia: Tewaskan Lebih dari 10 Wanita Sebelum Diperkosa dengan Cara Tak Wajar

"Saya muak dengan dua sisi AS yang ingin menghentikan hubungan antar-Korea ketika itu menunjukkan tanda-tanda kemajuan, tetapi bertindak ketika tampaknya memburuk," ujar Kwon Jong Gun, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/6).

Won menyarankan agar AS tetap tutup mulut kecuali jika ingin sesuatu yang mengerikan terjadi. Tidak hanya itu, hal ini juga bermanfaat untuk pemilihan presiden yang sukses ke depannya di Amerika," kata Kwon.

Korea Utara mengatakan mereka memutuskan komunikasi harian dengan Korea Selatan. Hal ini sebagai langkah pertama untuk menutup semua kontak setelah berhari-hari mengecam Korea Selatan karena sikapnya yang tidak menghentikan pembelot mengirim selebaran yang isinya merugikan.

Baca juga: Di Negara Ini Jika Ada Polisi yang Melanggar Aturan, Mereka Wajib Mengenakan Ban “Hello Kitty Pink” di Lengannya

Pada hari Rabu, Korea Selatan mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap dua organisasi yang melakukan operasi tersebut. KCNA melaporkan bahwa warga Korea Utara marah dengan perilaku licik dari otoritas Korea Selatan.

Laporan itu menuduh pihak berwenang Korea Selatan secara tidak bertanggung jawab membiarkan para pembelot menyakiti martabat kepemimpinan tertinggi Korea Utara.***


Informasi Anda Genggam


Loading...