Ngakunya tak Ada Corona, Pemerintah Negara Malah Ngebut Bangun Rumah Sakit Besar, Tapi Dilakukan Diam-diam

Siswandi
Kamis, 11 Juni 2020 | 14:12 WIB
Ilustrasi, gedung pusat pemerintahan Korea Utara. Foto: int R24/wan Ilustrasi, gedung pusat pemerintahan Korea Utara. Foto: int

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, Pemerintah Korea Utara masih bersikukuh dan menyatakan tidak ada pandemi wabah virus Corona di negara itu. Meski pun banyak pihak di dunia 'meragukan' pernyataan itu. 

Saat ini, ada seuatu yang janggal. Pemerintah yang dipimpin Kim Jon Un itu sedang ngebut-ngebut membangun Pyongyang General Hospital, sebuah rumah sakit berskala besar di ibukota Pyongyang. Namun ada kesan pembangunan itu dilakukan secara diam-diam. Ada rumor yang menyebutkan, salah satu tujuan pembangunan rumah sakit itu memang untuk menangani virus tersebut. 

Baca juga: Tragis, Kelompok Bersenjata Pakistan Kabur Setelah Tembak Imam Mesjid

Dilansir viva yang merangkum thesun, Rabu 11 Juni 2020, pembangunan rumah sakit tersebut dimulai secara mendadak pada Maret 2020 lalu. Untuk diketahui, ketika itu pandemi virus Corona di beberapa negara tengah mencapai puncaknya. Meski pun ketika itu, rezim Korut masih bersikeras dan tetap membantah tidak ada pandemi Corona Covid-19 di negara itu. Saat ini, para pekerja kini meletakkan hampir 90 persen beton untuk pembangunan Pyongyang General Hospital.

Para pekerja rumah sakit juga diduga telah diancam untuk menutup mulut dan tidak menyebarkan rumor tentang pandemi tersebut. 

Propaganda pemerintah memberi alasan lain untuk pembangunan rumah sakit dengan cepat di Pyongyang. "Semua pekerja mempercepat pembangunan dengan membakar kebencian dan kemarahan terhadap musuh," tulis surat kabar Rodong Sinmun.

Saat ini, klaim Korut yang menyatakan tidak ada pandemi virus Corona, kian diragukan. Hal itu setelah setelah gelombang kematian dilaporkan terjadi di dua rumah sakit di Pyongsong, yang jaraknya sekitar 18 mil sebelah utara ibukota Pyongyang. Dikabarkan, mereka yang meninggal memiliki ciri-ciri korban virus Corona. 

Baca juga: Karena Aksi Pria yang Melakukan Sit-up Di Atas Tiang Listrik, Ribuan Rumah di China Jadi Gelap Gulita

Bahkan saat ini, semua rumah sakit yang berspesialisasi dalam mengobati tuberkolosis dan hepatisis dikabarkan mulai terdampak dan angka kematian mulai meningkat. Kini sejumlah rumah sakit itu mulai menyalahkan virus Corona atas meningkatnya angka kematian.

Selain itu, banyak juga pasien yang memeriksakan diri mereka sendiri, sehingga membuat sejumlah pemimpin rumah sakit jadi ketakutan, bahwa penyakit itu dapat menyebar lebih luas di Korea Utara.

"Sekelompok pasien bahkan ada yang meninggalkan rumah sakit karena takut mereka bisa mati jika mereka tinggal di sana lebih kama. Otoritas lokal dan manajemen rumah sakit pun sangat terkejut," ungkap seorang sumber. 

Laporan lain dari minggu lalu, mengatakan pekerja berada dalam "mode pertempuran", secara bersamaan membangun bangsal rawat inap dan rawat jalan, serta menyelesaikan konstruksi kerangka. Gambar dari situs konstruksi menunjukkan bahwa salah satu dari dua menara yang membentuk sebagian besar bangunan sudah berdiri, sementara yang lain baru dibangun sekitar 50 persen. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...