Di Tengah Pandemi, Utang AS Menggunung, Nyaris Rp 800.000 Triliun

M. Iqbal
Jumat, 12 Juni 2020 | 14:54 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat total utang Amerika Serikat (AS) melonjak. Sedangkan kekayaan bersihnya anjlok dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Dilansir Detik.com dari CNBC, Jumat, 12 Juni 2020, dari data Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) total utang nonfinansial domestik melonjak 11,7% menjadi US$ 55,9 triliun atau setara dengan Rp 782,6 kuadriliun (kurs Rp 14.000/US$). Jumlah utang meningkat 3,2% dari kuartal IV -2019.

Baca juga: Peringati HLUN, Pemkab Inhil Rayakan Bersama 50 Lansia

Pada saat yang sama kejatuhan harga di pasar saham menekan kekayaan bersih, turun US$ 7,4 triliun menjadi US$ 110,8 triliun. Wall Street sendiri telah mencatat pemulihan tajam dari posisi terendah bulan Maret sehingga sebagian besar dari kerugian itu kemungkinan telah berhasil ditebus. Nilai saham turun US$ 7,8 triliun, sementara nilai real estate meningkat US$ 400 miliar pada kuartal I-2020.

Peningkatan utang terbesar datang dari sisi bisnis yang naik 18,8%. Sementara utang pemerintah federal juga melonjak 14,3%. Total utang federal baru-baru ini melampaui US$ 26 triliun.

Sementara itu, utang rumah tangga naik 3,9% karena ada peningkatan besar pada sisi hipotek sebesar 3,2%. Utang konsumen naik 1,6%.

Baca juga: Galeri Foto Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam Rangka Milad Inhil ke-56

Peningkatan utang dan penurunan kekayaan rumah tangga terjadi di saat pertumbuhan ekonomi terpanjang dalam sejarah AS berakhir.

Biro Riset Ekonomi Nasional mengatakan resesi telah dimulai pada Februari. Resesi itu menghentikan ekspansi ekonomi AS yang sudah berlangsung selama 11 tahun. Kenaikan di pasar saham juga berakhir pada bulan yang sama tetapi telah kembali membaik (rebound) pada 23 Maret.


Informasi Anda Genggam


Loading...