Menu

Sering Lalai, Ini Tujuh Perbuatan Dosa yang Membinasakan Pelakunya

Riko 24 Jun 2020, 15:09
Ilustrasi/int
Ilustrasi/int

RIAU24.COM - Tujuh perbuatan dosa ini patut menjadi perhatian dan diwaspadai. Pasalnya, Rasul mengingatkan bahwa ketujuhnya merupakan dosa yang membinasakan. Tidak hanya dibalas akhirat, di dunia pun pelakunya akan mendapat laknat. 

Dilansir dari Infoyunik, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda yang artinya :

“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan, para sahabat berkata: Wahai Rasulullah apakah perkara-perkara itu ? Rasululah menjawab: Menyekutukan Allah, Perbutan sihir, Membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan alasan ynang benar, Memakan riba, Memakan harta yatim, Lari dari peperangan, dan Menuduh berzina wanita mu’min yang menjaga kehormatannya (Wanita Baik-baik). (HR. Bukhari Muslim). 

1. Menuduh Berzina Seorang Wanita Mu’min

Dosa pertama yang membinasakan pelakunya adalah menuduh wanita bahwa Ia berzina namun tidak memiliki bukti. Hal ini hanya akan menyebabkan penuduh mendapatkan hukuman. Apabila sang penuduh tidak bisa mendatangkan empat saksi maka dia berhak atas 80 kali cambukan dan kesaksiannya tidak akan diterima, sebagaimana yang Allah ta’ala jelaskan dalam Al-Qur’an :

“ Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka cambuklah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-selamanya, Dan mereka itulah orang-orang yang fasik .” (QS. An-Nur: 4)

2. Perbuatan Sihir

Dosa kedua yang membinasakan manusia adalah sihir. Meski dengan kemajuan zaman dan teknologi yang berkembang, praktik-praktik sihir rasanya tidak bisa dihindarkan. Popularitas, kekayaan, kecantikan dan ketampanan tak pelak membuat seseorang yang lemah imannya untuk melakukan dosa ini. Misalnya dengan praktik sihir seperti sihir pelet, santet, dan “aji-aji” lainnya.

Padahal para pendosa dari perbuatan sihir akan mendapat hukuman yang pedih dari Allah.  “ Dan tidak akan beruntung para penyihir itu, dari manapun dia datang.”(QS. Taha: 69).

Pada zaman Rasulullah SAW para tukang sihir juga mendapat hukuman yang tidak main-main. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang” Hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim, dan lain-lain. 

3. Syirik

Kemudian dosa ketiga adalah Syirik. Perbuatan ini merupakan sebuah dosa besar karena menyamakan sesuatu selain Allah dengan Allah. Atau dengan kata lain mensejajarkan Allah SWT dengan selain Dia. Dosa syirik begitu membinasakan, karena Allah SWT sudah berfirman tidak akan mengampuni dosa tersebut. Untuk itu, sebagai Umat Islam kita wajib mengetahui hal-hal yang mengandung kesyirikan sebelum melaksanakan sesuatu.

“Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni yang selainnya bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An Nisa : 48).

“Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah : 21-22)

Maka hendaknya kita menghindari perbuatan syirik ini agar kita mendapatkan ampunan dari Allah ta’ala dan terhindar dari api neraka.

4. Memakan Riba

Kaya tidak melulu memiliki banyak harta, namun apakah harta tersebut berkah atau tidak. Salah satu penyebab harta tidak berkah adalah melakukan riba. Riba bisa terdapat dalam utang dan transaksi jual-beli. Jika harta yang dimiliki bercampur dengan riba maka Allah ta’ala akan cabut barakah dari harta tersebut.

Allah ta’ala berfirman : “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila.” (QS. Al-Baqarah: 275)

5. Membunuh Seseorang Tanpa Alasan yang Benar

Dosa yang membinasakan selanjutnya adalah membunuh seseorang tanpa alasan yang benar. Allah SWT dalam firman-Nya menjelaskan bahwa membunuh satu orang saja tanoa asalan yang benar sama dengan membunuh semua manusia yang ada di dunia. Hal ini dijelaskan dalam QS. al-Maa’idah : 32 yang artinya:

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. al-Maa’idah : 32).

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs. An Nisaa: 93).

6. Lari Dari Medan Peperangan

Menjadi pecundang dalam sebuah peperangan juga tergolong dosa yang membinasakan. Mereka lari karena takut terluka atau mati saat menjalani perang sehingga lari meninggalkan kawanan. Tindakan ini tidak hanya akan menimbulkan kehinaan dari sesama manusia, namun mereka memunculkan kemurkaan Allah SWT.  Seseorang hanya diperbolehkan mundur untuk mengatur siasat namun tidak boleh meninggalkan barisannya untuk kembali berjuang membela kebenaran.

Tentang pengecualian tersebut Allah ta’ala telah berfirman: “Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (mengatur siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahannam, dan seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Anfal: 16)

7. Memakan Harta Anak Yatim

Manusia haruslah berhati-hati terhadap harta yang Ia makan. Karena bisa saja, apa yang dimakan merupakan hak anak yatim. Dosa memakan harta anak yatim seperti dikatakan Rasulullah SAW akan membinasakan. Mereka telah bebuat dzalim kepada anak-anak yang tidak memiliki ayah. Dan perbuatan inilah yang mengantarkan mereka kepada neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan merak akan masuk ke dalam api yang meyala-nyala (Neraka).” (QS. An-Nisa’: 10)