Liga Arab Sebut Aneksasi Israel Terhadap Tanah Palestina Bisa Picu Perang Besar di Timur Tengah

Riko
Kamis, 25 Juni 2020 | 20:52 WIB
Foto (internet) R24/riko Foto (internet)

RIAU24.COM -  Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan (DK) PBB mengatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat akan mengorbankan ketegangan dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Gheit menyebut, aneksasi ini juga dapat memicu perang didalam dan diluar wilayah tersebut. 

Baca juga: Imbas Pandemi, China Catat Pertumbuhan Populasi Paling Lambat Dalam Beberapa Dekade

Seperti dilansir Sindonews mengutip dari Al Arabiya pada Kamis 25 Juni 2020, Gheit, dalam pertemuan tersebut, mengatakan aneksasi juga akan memiliki konsekuensi yang lebih luas pada keamanan internasional di seluruh dunia.

"Jika diimplementasikan, rencana aneksasi Israel tidak hanya akan merusak peluang perdamaian hari ini, tetapi juga akan menghancurkan prospek perdamaian di masa depan," katanya dalam pertemuan tersebut.

"Palestina akan kehilangan kepercayaan pada solusi yang dinegosiasikan, saya khawatir orang Arab juga akan kehilangan minat pada perdamaian regional. Sebuah realitas kelam baru akan mengatur vis a vis konflik ini dan di wilayah pada umumnya," sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pertemuan itu mendesak Israel membatalkan rencana pencaplokannya, sebuah seruan yang digemakan oleh hampir seluruh peserta pertemuan lainnya, termasuk sejumlah menteri dan wakil menteri.

"Aneksasi akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, dengan sangat membahayakan prospek solusi dua negara dan melemahkan kemungkinan pembaruan perundingan," ujar Guterres.

Baca juga: Mengerikan, Sedikitnya 11 Orang Tewas Dalam Penembakan Sekolah di Rusia

Guterres mendesak Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE) dan Rusia untuk segera mengambil peran mediasi mereka bersama dengan PBB sebagai bagian dari kuartet Timur Tengah dan menemukan kerangka kerja yang saling menguntungkan bagi para pihak untuk terlibat kembali, tanpa prasyarat, dengan PBB dan negara-negara utama lainnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...