Ricuh! Massa Nekat Blokir Jalan Raya, Mobil Dinas Wakapolres Jadi Korban dan Dibakar

Siswandi
Senin, 29 Juni 2020 | 23:17 WIB
Ricuh massa memblokade Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Foto: int R24/wan Ricuh massa memblokade Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Foto: int

RIAU24.COM -  Kisruh terjadi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Hal itu setelah sekelompok massa yang berasal dari Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, terlibat kericuhan. Massa nekat memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Tak hanya itu, mobil dinas Wakapolres Madina juga ikut jadi korban setelah mobil itu dibakar massa.

Ricuh itu bermula dari keinginan massa, yang menuntut Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, mundur dari jabatannya. 

Baca juga: Guru Komjen Listyo Sigit Prabowo Ungkap Kelakuan Muridnya Saat SMA

"Aksi pemblokiran Jalinsum di Desa Mompang Julu oleh sebagian masyarakat menuntut menurunkan jabatan Kepala Desa Mompang Julu Panyabungan Utara, Mandailing Natal," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Senin 29 Juni 2020.

Dilansir detik, aksi itu bermula pada Senin pagi tadi sekitar pukul pukul 10.30 WIB. Ketika itu, massa mereka meminta klarifikasi Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, tentang anggaran desa tahun 2018 dan tahun 2020.

"Meminta Bapak Bupati Madina agar mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu. Meminta penegak hukum untuk memeriksa, menangkap, kepala desa dengan dugaan penyelewengan dana desa," sebut Tatan.

Supaya tuntutan mereka diperhatikan, massa memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi kawasan itu. Negosiasi pun terjadi agar blokade jalan dibuka dan memproses tuntutan massa selambat-lambatnya lima hari.

Namun, massa tidak menerima dan meminta Bupati Madina segera mengeluarkan surat pemecatan terhadap kepala desa. Dalam hasil mediasi tidak ada titik temu dan mereka pun memblokade jalan.

Baca juga: Pemerintah Diminta Segera Tetapkan OPM sebagai Teroris

Suasana semakin panas. Sekitar pukul 17.00 WIB, massa semakin tidak terkendali dan bertindak anarkis. Kemudian, melakukan penyerangan terhadap anggota TNI-Polri menggunakan kayu dan batu.

"Akibat penyerangan tersebut massa melakukan tindakan pembakaran 1 unit sepeda motor, 1 unit mobil Suzuki Baleno dan 1 unit mobil dinas Wakapolres Madina. Kemudian, ada 6 anggota Polres Madina mengalami luka lemparan batu dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan," ungkap Tatan lagi.

Hingga tadi malam, aksi blokade Jalinsum tersebut masih berlanjut. Petugas masih berada di lokasi. Petugas tetap melakukan langkah-langkah negosiasi.

"Sampai saat ini masih tetap memblokir jalan, Kapolres tetap melakukan upaya-upaya (menenangkan massa)," ujar Tatan lagi. ***



Informasi Anda Genggam



Loading...