riau24

Karena Hal ini, Iran Terbitkan Surat Perintah Untuk Tangkap Donald Trump

M. Iqbal
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:31 WIB
Presiden AS, Donald Trump R24/ibl Presiden AS, Donald Trump

RIAU24.COM - Diduga terlibat dalam serangan yang menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani, Pemerintah Iran mengeluarkan surat perintah penangkapan dan meminta bantuan Interpol untuk menahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

"Trump menghadapi tuduhan pembunuhan dan terorisme," ujar Jaksa Ali Alqasimehr di kantor berita ISNA yang dikutip dari Republika.co.id, Selasa 30 Juni 2020.

Alqasimehr menegaskan jika Iran akan terus mengejar penuntutannya bahkan setelah periode kepresidenan Trump berakhir. Dia mengatakan, Iran telah meminta "red notice" untuk Trump, yakni pemberitahuan tingkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol.




BACA JUGA : Orang-orang di Dhaka Lebih Suka Meninggal Di Rumah Daripada Harus Pergi ke Rumah Sakit, Inilah Alasannya

Di bawah "red notice", otoritas setempat melakukan penangkapan atas nama negara. Pemberitahuan tidak dapat memaksa negara untuk menangkap atau mengekstradisi tersangka, tetapi dapat menempatkan pemimpin pemerintah membatasi perjalanan tersangka.

Setelah menerima permintaan "red notice", Interpol bertemu dengan komite dan membahas apakah akan membagikan informasi atau tidak dengan negara-negara anggotanya. Interpol tidak memiliki persyaratan untuk membuat pemberitahuan apa pun ke publik, meskipun beberapa dipublikasikan di situs webnya.

Interpol, yang berbasis di Lyon, Prancis, mengatakan konstitusinya melarangnya melakukan intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politik, militer, agama atau ras.

BACA JUGA : Menyerah Pada Keadaan, Untuk Pertama Kali Donald Trump Akhirnya Mengenakan Masker Saat Berkunjung ke Rumah Sakit Tentara Walter Reed

"Karena itu, jika atau ketika ada permintaan seperti itu dikirim ke Sekretariat Jenderal, Interpol tidak akan mempertimbangkan permintaan seperti ini," ujar pernyataan Interpol, dilansir Aljazirah.

Utusan AS untuk Iran, Brian Hook menggambarkan tindakan Iran sebagai aksi propaganda. Brian mengatakan, Interpol tidak akan melakukan intervensi dan mengeluarkan "red notice" yang didasarkan pada sifat politik.

"Ini adalah sifat politik. Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, perdamaian internasional atau mempromosikan stabilitas. Ini adalah aksi propaganda yang tidak seorang pun menganggap serius," ujar Hook. 



Informasi Anda Genggam



Loading...