BPJS Kesehatan Naik, Marwan Yohanis: Negara Kita Salah Urus

Riko
Jumat, 03 Juli 2020 | 18:25 WIB
Marwan Yohanis R24/riko Marwan Yohanis
Bea Cukai

RIAU24.COM - Anggota komisi II DPRD Riau membidangi perekonomian Marwan Yohanis menyayangkan kenaikan iuran BPJS per 1 Juli 2020. Menurutnya kenaikan BPJS itu sangat membebani masyarakat ditengah kondisi sedang susah ditengah covid-19. 

Baca juga: Sudutkan Pemrov Riau Soal Banjir Pekanbaru, Iwan Fatah Minta Roni Pasla Ngomong Pakai Data

"Negara kita katanya kaya, harusnya rakyat sejahtera. Tapi kok malah menderita, berarti Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan jutaan Sumber Sumber Daya Manusia (SDM) tak dimaksimalkan dengan baik. Jadi negara ini menurut saya sudah salah urus," kata Marwan. Jumat 3 Juli 2020.

Marwan, juga menilai kenaikan BPJS ini bukti pemerintah saat ini tidak peduli terhadap rakyat. Sebab jika peduli tentu kenaikan BPJS ditahan dulu dan tidak dinaikkan hingga kondisi ekonomi stabil. 

"Nyatanya sekarang ini kesejahteraan menurun, kita disuruh di rumah saja. Tapi BPJS malah naik. Anggap saja satu keluarga ada 6 anak, berapa ratus ribu yang harus dikeluarkan hanya untuk membayar tagihan BPJS?"pungkasnya.

Baca juga: Moge Dikawal Polisi di Tol Pekanbaru - Bangkinang, Polda Riau: Masih Dalam Pengerjaan, Siapa Saja Boleh Lewat Dengan Izin

Seperti diketahui pada hari Rabu 1 Juli 2020 kemarin pemerintah resmi menaikkan tarif baru iuran BPJS Kesehatan. Aturan mengenai kenaikan tarif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kenaikan kali ini berlaku untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas I dan II. Sementara itu, kelas III tidak mengalami kenaikan iuran lantaran disubsidi oleh pemerintah.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...