Menu

Arab Saudi Dikritik, Izinkan Model Berbaju Ketat Foto di Situs Dekat Madinah

Riki Ariyanto 13 Jul 2020, 22:38
Arab Saudi Dikritik, Izinkan Model Berbaju Ketat Foto di Situs Dekat Madinah (foto/int)
Arab Saudi Dikritik, Izinkan Model Berbaju Ketat Foto di Situs Dekat Madinah (foto/int)

RIAU24.COM -  Otoritas Arab Saudi dikritik setelah meemberi izin Vogue Arabia untuk melakukan pemotretan tak senonoh supermodel internasional. Apalagi lokasi pemotretan berlangsung di situs bersejarah Al-Ula di Provinsi Madinah.

zxc1

Dilansir dari Okezone, Vogue Arabia, edisi Arab majalah mode terkenal yang berbasis di Amerika Serikat (AS), telah merilis kampanye pemotretan 24 jam untuk label fesyen New York, Mônot minggu lalu. Sesi foto tersebut menampilkan model-model seperti Kate Moss, Mariacarla Boscono, Candice Swanepoel, Jourdan Dunn, Amber Valletta, Xiao Wen dan Alek Wek.

Pada pemotretan, yang dinamakan ‘24 hours in AlUla’, para model terlihat mengenakan gaun ketat dengan celah paha. Padahal para model itu berpose dan berjalan di sekitar situs Warisan Dunia UNESCO, yang dikenal sebagai museum udara terbuka terbesar di dunia itu.

zxc2

Vogue Arabia, edisi Arab majalah mode terkenal yang berbasis di Amerika Serikat (AS), merilis kampanye pemotretan 24 jam untuk label fesyen New York, Mônot pekan lalu. Sesi pemotretan itu menampilkan model-model seperti Kate Moss, Mariacarla Boscono, Candice Swanepoel, Jourdan Dunn, Amber Valletta, Xiao Wen dan Alek Wek.

Dalam pemotretan, yang dinamakan ‘24 hours in AlUla’, para model terlihat mengenakan gaun ketat dengan celah paha sementara mereka berpose dan berjalan di sekitar situs Warisan Dunia UNESCO, yang dikenal sebagai museum udara terbuka terbesar di dunia itu.

"Saya meyakinkan bakat bahwa mereka akan melihat kembali saat ini, ‘24 hours in AlUla’, sebagai sesuatu yang istimewa. Kate Moss tidak hanya datang, tetapi dia adalah yang pertama di set pada jam 5 pagi dan yang terakhir pergi," sebut Perancang Lebanon Eli Mizrahi, yang mengorganisasi dan mengarahkan pemotretan itu sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Sifat dari pemotretan dan pakaian yang dikenakan di dalamnya digolongkan tak sopan bagi banyak Muslim. Apalagi faktanya situs itu berada di provinsi yang sama dengan kota suci Madinah, membuat banyak orang melihat pemotretan itu sebagai sesuatu yang tak patut diizinkan oleh otoritas Arab Saudi.

Pemotretan yang kontroversial adalah bagian dari serangkaian reformasi yang telah diterapkan kerajaan dalam beberapa tahun terakhir untuk membuka perekonomiannya ke pariwisata internasional dan modernisasi.

Reformasi semacam itu, yang meliputi penurunan otoritas polisi agama, hingga pencabutan pembatasan dalam pencampuran gender. Belum lagi penghapusan persyaratan bagi perempuan untuk memakai abaya atau gaun longgar, juga merupakan bagian dari Visi Arab Saudi 2030.