Ada 25 Pelajar SMPN 4 Rengat Masih Pakai Baju SD, Bupati Inhu Langsung Berikan Bantuan Seragam dari Dana Pribadi

Mohammad Rouf Azizi
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:46 WIB
Ada 25 Pelajar SMPN 4 Rengat Masih Pakai Baju SD, Bupati Inhu Langsung Berikan Bantuan Seragam dari Dana Pribadi (foto/int) R24/rou Ada 25 Pelajar SMPN 4 Rengat Masih Pakai Baju SD, Bupati Inhu Langsung Berikan Bantuan Seragam dari Dana Pribadi (foto/int)

RIAU24.COM -  INHU- Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto, SE memberikan bantuan seragam kepada 25 pelajar kurang mampu di SMP Negeri 4 Rengat.

Bantuan dari kocek pribadi ini diserahkan Bupati Yopi secara spontan ketika meninjau secara langsung proses pembelajaran tatap muka di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, Senin 13 Juli 2020.

Baca juga: Pengendara Motor yang Sedang Mabuk Bawa Diciduk Polsek Batang Gansal, Ternyata Bawa Narkoba Sabu 1,3 Kg



Awalnya, dalam kunjungannya tersebut, orang nomor satu di Inhu menyempatkan masuk kedalam ruang kelas. Lalu, Bupati Yopi melihat ada sejumlah pelajar yang masih memakai seragam Sekolah Dasar (SD) warna
merah putih. Sontak, Bupati Yopi menanyakan kepada pelajar alasan tidak menggunakan seragam SMP.

Kemudian, dengan nada lemah pelajar tersebut menjawab bahwa dirinya tidak memakai seragam SMP karena orang tuanya belum mampu membeli.

Mendengar jawaban pelajar itu, Bupati Yopi langsung mengelus dada dan dengan segera mengintruksikan kepala sekolah untuk mendata pelajar SMPN 4 Rengat yang belum memiliki baju seragam SMP.

Baca juga: Musda Golkar Inhu Ricuh, DPD I Golkar Riau Diduga Berpihak



"Ada berapa orang bu, siswa yang seperti ini? Coba nanti didata dan sampaikan kepada saya. Nanti saya bantu secara pribadi," ujar Bupati Yopi dengan nada lembut.

Kemudian, setelah didata oleh pihak sekolah, terdapat 25 pelajar SMPN 4 Rengat yang belum memiliki seragam SMP dan dengan sigap Bupati Yopi meminta nomer rekening salah seorang guru, lalu mentranfer uang untuk
beli baju senilai Rp12,5 juta dengan harga satu seragam Rp500 ribu.

"Tolong dibelikan ya bu guru bajunya, ini dana CSR dari saya pribadi," tutur bupati yang suka memakai sendal jepit tersebut.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Rengat, Tiwi Royani mengucapkan terimakasih atas kepedulian Bupati Inhu.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepedulian Bapak Bupati Inhu kepada anak didik kami. Semoga ini bisa menjadi motivasi dan pendorong bagi para pelajar untuk belajar lebih giat lagi”, ucap Tiwi.

Wanita berkacamata ini mengungkapkan bahwa, rata-rata ekonomi orangtua siswa yang bersekolah di SMPN 4 Rengat berada pada level menengah ke bawah. Sehingga banyak orangtua yang kesulitan membeli seragam SMP.

"Walaupun masih pakai seragam SD, kami selaku pihak sekolah tetap memperbolehkan pelajar menggunakan seragam itu, sambil menunggu orangtuanya bisa membelikan baju seragam SMP," imbuhnya.

Usai meninjau proses belajar tatap muka di dalam kelas, Bupati Yopi mengadakan rapat bersama para kepala sekolah dan koordinator wilayah (korwil), Camat Rengat Sustiono serta pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu.

Pada rapat tersebut, Bupati termuda di Riau ini menerima masukan dari para kepala sekolah negeri terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sudah berjalan, serta mengevaluasi aktifitas belajar tatap
muka yang mulai berjalan.

Beberapa Orang Tua Belum Izinkan Anaknya Sekolah Tatap Muka

Sekretaris Disdikbud Inhu, Kamaruzaman menyampaikan, berdasarkan peninjauan di hari pertama masuk sekolah, ternyata tidak semua murid hadir ke sekolah. Hal ini berkenaan dengan izin orangtua dari para
siswa itu sendiri.

"Ada beberapa orangtua yang belum mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka," ujar Kamaruzaman.

Mantan Camat Kelayang ini juga mengungkapkan, sesuai dengan kesepakatan di dalam rapat sebelumnya, aktifitas belajar tatap muka di Kabupaten Inhu menerapkan sistem giliran atau shift.

Teknisnya, jumlah siswa dalam satu ruangan dibagi menjadi dua. Satu hari siswa belajar dari rumah, satu hari siswa belajar tatap muka. Sehingga setiap siswa waktu efektif belajar tatap muka selama tiga hari dalam seminggu. Kemudian jam pelajaran dibatasi hanya sampai empat jam.

"Saat belajar dari rumah, guru dituntut kreatifitasnya untuk menyiapkan materi pembelajaran dari rumah," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Inhu, H. Yopi Arianto memahami dan sangat memaklumi apa yang dirasakan orangtua sehingga belum mengizinkan anaknya untuk belajar tatap muka di sekolah.

"Saya sangat memaklumi terkait orang tua belum mengizinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah, namun perlu diketahui secara umum Kabupaten Inhu ini masuk zona hijau, tetapi tetap saja kita kan harus
antisipasi penyebaran corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, terutama kepada anak-anak," pungkas Bupati Yopi Arianto.



Informasi Anda Genggam



Loading...