Menu

Tingkatkan Ekonomi Keluarga Di Tengah Pandemk Covid-19, Rasidah Tinjau Peternakan Burung Puyuh di Bungaraya

Lina 14 Jul 2020, 12:14
Tingkatkan Ekonomi Keluarga Di Tengah Pandemk Covid-19, Rasidah Tinjau Peternakan Burung Puyuh di Bungaraya (foto/lin)
Tingkatkan Ekonomi Keluarga Di Tengah Pandemk Covid-19, Rasidah Tinjau Peternakan Burung Puyuh di Bungaraya (foto/lin)

RIAU24.COM - SIAK- Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK)  Kabupaten Siak Rasidah Abdul Gani didampingi Camat Bungaraya Amin Soimin mengunjungi peternakan burung puyuh petelur milik Endang Suprihatin (51) warga Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya.

zxc1

Guru SMAN 1 Siak ini  bangga dan senang bahwa kaum perempuan mampu berinovasi dalam meningkatkan pendapatan atau perekonomian keluarga di tengah pandemi covid-19. Hal ini penting dalam menunjang suksesnya visi dan misi 10 program pokok PKK yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.

"Kami senang kaum perempuan bisa membantu suami dalam peningkatan pendapatan keluarga. Semoga dengan semakin berkembangnya usaha ini peternak bisa meningkatkan ekonomi keluarga" ucap Rasidah.

zxc2

Ia menjelaskan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) itu masuk di dalam Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK. Untuk itu pula, ibu-ibu PKK harus ikut ambil peran dalam meningkatkan perekonomian keluarga.


Tak lupa istri Bupati Siak ini mengajak kaum hawa untuk menjadi pelopor gerakan menanam sayur-sayuran, ternak ikan maupun unggas di setiap pekarangan rumahnya.

Ditemani Ketua PKK Kecamatan Bungaraya, Rasidah tampak bersemangat melihat-lihat mulai dari anak-anak burung tersebut dan mulai mengutip telur-telur burung puyuh.

"Sudah berapa lama beternak puyuh Buk Endang?” tanya Rasidah kepada istri Sugianto ini.

Endang mengaku baru setahun setengah beternak burung puyuh. Kepada Rasidah dia menceritakan cerahnya prospek beternak burung puyuh, dimana pemasaran telurnya lancar, harga telur normal, dan ketersediaan pakan cukup memadai.

"Alhamdulillah, usaha beternak Puyuh ini bisa menguntungkan. Sehari sudah bisa menghasilkan 6 papan sekali panen" ujar Endang.

Ia melanjutkan, satu papan itu sebanyak 100 butir dijual Rp30.000. Jika dijumlahkan sehari diperoleh Rp180.000 per hari, dari 600 ekor yang produktif. Prosesnya ia mulai dari penetasan sampai burung puyuhnya bertelur.

Endang memilih beternak puyuh karena tidak banyak memakan tempat, sehingga bisa dipelihara di pekarangan rumah. Ia pun diuntungkan karena sudah ada komunitas peternak burung puyuh di kecamatan Bungaraya.

"Berawal dari 50 ekor Puyuh yang diberikan teman suami, hingga saat ini sudah berkembang biak menjadi banyakah pokoknya," sebut dia sambil tersenyum. 

Selain menjual telur burung Puyuh, Rosita mengaku juga menjual burung puyuh anakan dan indukan. Untuk umur 20 hari ia jual Rp8. 000 per ekor, umur 30 hari Rp10. 000 dan yang produktif atau siap bertelur  Rp12.000 per ekor.

Ia berharap ada  bantuan alat pembuat pakan ternak, minimal 1 unit untuk perkumpulan peternak se-Kecamatan Bungaraya. Hal ini kata dia, untuk menanggulangi pembelian pakan dengan harga yang tinggi. (Adv)