'Hartu Karun' RI Mau Ditawarkan Luhut ke Investor Luar Negeri, Kalau Diserahkan ke China, Bisa Begini Jadinya

Siswandi
Sabtu, 25 Juli 2020 | 23:04 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. R24/wan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

RIAU24.COM -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan menawarkan 'harta karun' kepada negara-negara yang siap menjadi investor. Harta karun yang dimaksud, adalah rare earth alias mineral tanah jarang. Komoditas satu ini diyakini mudah ditemukan di Indonesia.

Menurutnya, investor yang sudah siap mengembangkan potensi tanah jarang itu adalah China.  Namun Luhut mengaku tidak ingin menyerahkan ke negeri Tirai Bambu. Alasannya, untuk menjaga iklim investasi nasional.

Baca juga: Turun Lagi, Emas Antam Hari Ini Dijual Rp 1.007.000/Gram

"Ini kita juga memang dilematis, karena rare earth kan paling banyak diproduksi di Tiongkok, Amerika sendiri begitu di banned oleh Tiongkok itu kelabakan juga. Nah investor yang paling cepat sekarang itu Tiongkok, nah kalau kita semua kasih Tiongkok nanti semua mental," kata Luhut dalam acara secara virtual, Sabtu 25 Juli 2020.

Dikatakan, saat ini pihaknya tengah mencari investor dari luar China demi memberikan kesempatan kepada negara lain yang berpotensi besar mengembangkan rare earth.

"Jadi kita ya memelihara ekuilibrium kita cari investor, apakah Amerika mau, kita coba atau yang lain," jelasnya, dilansir detik.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari ini Turun Rp 15.000, ini Rincian Harganya

Untuk diketahui, mineral tanah jarang ini kabarnya berada dalam pasir timah yang biasa diekspor secara ilegal dari Bangka Belitung (Babel). Tak hanya itu, yang mengatur penjualan mineral ini, sejauh ini masih berada di tangan Singapura,

Padahal, tanah jarang memiliki harga yang tinggi, bahkan bisa dijual hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibanding timah itu sendiri. Pasalnya, mineral ini bisa digunakan untuk partikel nuklir, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hingga komponen elektronik.

Tanah jarang bisa diproses menjadi 12 komponen, termasuk monazite, thorium, dan lainnya. Salah satu yang paling potensial untuk dijual adalah monazite, yang dikembangkan PT Timah dengan membangun sebuah pabrik kecil pengolahan tanah jarang. ***

 



Informasi Anda Genggam



Loading...