Harus Ekstra Hati-hati, Mendagri Tito Sebut Sejumlah Kantor Pemerintahan Telah Menjelma Jadi Klaster Baru Covid-19

Siswandi
Senin, 27 Juli 2020 | 16:11 WIB
Mendagri Tito Karnavian R24/wan Mendagri Tito Karnavian

RIAU24.COM -  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, memberikan wanta-wanti kepada seluruh jajarannya. Hal itu disebabkan bahaya akibat wabah Corona Covid-19 masih terus mengintai. Bahkan, sejumlah kantor pemerintahan telah menjelma menjadi Klaster baru penyebaran virus ini. 

Dengan kondisi itu, Mendagri Tito meminta seluruh jajarannya lebih ekstra hati-hati dalam bekerja di kantor. 

Baca juga: Saling Dijodohkan Warganet, Cita Citata Akui Indra Bruggman Kriterianya

"Yang ingin saya sampaikan, sekarang ini sudah mulai work from office. Ini betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru," ujarnya, Senin 27 Juli 2020.

Khusus kepada pejabat eselon I dan II, Tito mengingatkan untuk betul-betul memberikan pemahaman kepada stafnya tentang Covid-19. Termasuk cara penularannya dan mematikannya. 

"Sekali lagi saya sampaikan penularan melalui mulai dari percikan. Maka jaga jarak. Penularan juga melalui aerosol, semburan dan penularan melalui objek, yang objek ini yang banyak, sama aerosol yang mungkin kita tidak sadar,"  ingatnya, dilansir viva. 

Sedangkan bagi pegawai yang  harus bekerja di kantor atau masuk kantor, Tito mengingatkan agar  betul-betul menjaga jarak posisi duduk. Atau bisa dengan atau bisa menerapkan sistem shift, sehingga potensi penularan bisa dicegah. 

Menurut Tito, di dalam ruangan tidak perlu pakai AC. Kalau mau pakai AC, ventilasi supaya dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. 

"Buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk, karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus COVID-19," tambahnya. 

Baca juga: Pria Ini Lakukan Pengobatan Alternatif Patah Tulang, Akhirnya Tangan Malah Membusuk dan Harus Diamputasi

Tito juga mengingatkan, penularan yang paling rawan adalah dari objek, barang atau benda yang dipegang oleh orang yang telah tertular virus. Karena itu, sebisa mungkin, jika setelah memegang benda di ruang publik seperti di kantor, jika belum cuci pakai sabun atau hand sanitizer, jangan memegang area mata atau hidung.

"Kalau  bapak-bapak dan ibu bertanya kenapa Pak Menteri tidak pakai sarung tangan? Saya setelah pegang ini tidak ada pegang hidung. Tapi setelah saya pegang mic pegang segala macam yang lain, saya semprot baru pegang mata hidung atau mulut," ujarnya lagi. ***

 


Informasi Anda Genggam


Loading...