Beli Jet Tempur Bekas dari Austria, Pengamat Sebut Rencana Prabowo Tak Sesuai Kemauan Jokowi

M. Iqbal
Selasa, 28 Juli 2020 | 11:04 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto R24/ibl Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Bea Cukai

RIAU24.COM - Kementerian Pertahanan berencana membeli 15 pesawat tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. Rencana tersebut terungkap setelah koran Austria, The Kronen Zeitung, mempublikasikan surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner pada 18 Juli lalu.

Mengenai rencana tersebut, Pengamat militer dari Universitas Paramadina, Anton Aliabbas menyebutkan jika rencana itu tidak sesuai perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai Masih Tinggi Diikuti Harga Telur Ayam

"Jokowi meminta belanja pemerintah mengutamakan produk dalam negeri dan mengerem belanja keluar. Ini jelas-jelas mau belanja keluar," ujar Anton dilansir dari Tempo.co, Selasa, 27 Juli 2020.

Dia pun menyarankan agar Prabowo menjelaskan rencana pembelian jet tempur milik Angkatan Udara Austria tersebut. Seperti, berapa nilai kontrak yang diajukan dan apa saja amanat dalam Undang-Undang Industri Pertahanan yang bisa diakomodir dari pembelian jet tempur bekas itu.

Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2012, pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) produk luar negeri harus memenuhi syarat, di antaranya kewajiban alih teknologi dan imbal dagang.

Baca juga: Vaksinasi Booster Segera Jadi Syarat Wajib Masuk Fasilitas Publik

Jika pemerintah ngotot membeli jet tempur bekas tersebut, Anton pun berharap agar ada perencanaan yang baik.

"Jangan sampai pesawat yang bagus, mahal, dan diprediksi usianya tinggal 13 tahun, tapi tidak sampai 5 tahun sudah di Museum Satria Mandala,” tutupnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...