Tukang Jahit dan Ketua RW Siap Tantang Anak Jokowi di Pilkada Solo

M. Iqbal
Selasa, 28 Juli 2020 | 15:21 WIB
Bagyo Wahyono - FX Supardjo akan menantang Gibran di Pilkada Solo R24/ibl Bagyo Wahyono - FX Supardjo akan menantang Gibran di Pilkada Solo

RIAU24.COM - Pilkada serentak akan digelar pada Desember 2020 mendatang. Sejumlah calon mulai mempersiapkan untuk bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Termasuk anak Presiden RI Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Dilansir dari Sindonews.com, Selasa, 28 Juli 2020, Gibran secara resmi dicalonkan oleh PDIP Perjuangan untuk majudi pilwalkot Solo berpasangan dengan Teguh Prakoso. Untuk bisa mengalahkan putra pertama Presiden Jokowi ini, perlu calon lain yang didukung partai kuat juga.

Tapi, bagi pasangan dari jalur independent Bagyo Wahyono - FX Supardjo alias BAJO, tanpa didukung parpol mereka yakin bisa memenangkan kontestasi ini, meskipun harus bertarung melawan dengan anak Jokowi.

Bagyo mengaku sudah memenuhi perbaikan dokumen, setelah sebelumya menyerahkan persyaratan dan kini tangah menjalani verifikasi administrasi yang dilakukan KPU Solo dan berpotensi lolos.

Pasangan calon Wali Kota Solo dari jalur independen ini, yakni Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, yang berprofesi sebagai tukang jahit dan Ketua RW melanjutkan ke tahap verifikasi administrasi.

Baca juga: Rendahkan SBY Lalu Bandingkan dengan Akidi Tio, Rudi S Kamri Langsung Didoakan Kader Demokrat Ini

Bahkan dengan syarat minimal dukungan yang sudah terpenuhi ini, BAJO berpeluang besar lolos verifikasi KPU dan menjadi salah satu kontestan di Pilwalkot Solo 2020.

Suryo Baruno, Devisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Kota Solo menjelaskan KPU Solo telah menerima persyaratan dokumen perbaikan perbaikan dukungan BAJO untuk maju sebagai kontestan Pilwalkot 2020 jalur independen.

Perbaikan dokumen ini adalah 21.063 syarat dukungan berupa form B1 KWK perseorangan perbaikan kemudian B1.1 KWK perseorangan perbaikan dan b2 kwk perseorangan perbaikan/ dari 21.063 perbaikan terebut setelah dicek kelengkapakn yaitu jumlah 19.551 B1 KWK perseorangan perbaikan dinyatakan lengkap dan yang tidak lengkap berjumlah 1.512 dokumen.

"Dengan jumlah persebaran lima kecamatan, selanjutnya tahapan verifikasi administrasi yang berlangsung dari 27 juli hingga 4 agustus 2020," ujar Suryo.

Keikut sertaan BAJO dalam pilwalkot solo 2020 ini mengukir sejarah sebagai pasangan cawali-cawawali pertama dari jalur independen di Pilkada Solo, karena selama ini belum pernah ada paslon jalur perseorangan di Pilkada Solo.

Baca juga: Ada yang Salah Dengan Baliho Puan Maharani, Fadli Zon: Kebinekaan Bukan Kebhinnekaan

Menyinggung visi misinya sebagai Balon Wali Kota Solo, Bagyo menyatakan, visi dan misinya sebagai Balon dari jalur independen sepenuhnya diberikan kepada masyarakat. Dia menegaskan, visi misinya adalah memenuhi keinginan masyarakat agar kepala daerah berasal dari rakyat kecil.

"Kami menjadi pion dalam mencalonkan diri. Kami tidak punya apa-apa tapi akan maju terus. Sebagai wong cilik, kami tidak takut menjadi wali kota. Keinginan kita adalah perubahan. Visi misi kita sama seperti yang mereka inginkan," ujar Bagyo Wahyono lagi.

Bagyo merupakan warga RT001/06 Keluarahan Penumping, Kecamatan Laweyan, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang jahit. Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 001/07 Karangturi, Keluarahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Mereka dicalonkan oleh sebuah yayasan di Solo beranama Tikus Pithi, yang mengklaim sebagai organisasi dengan jumlah anggota ratusan ribu.


Informasi Anda Genggam


Loading...