Ombudsman Riau Minta Persoalan Pengunduran Diri 64 Kepsek di Inhu Jangan Sampai Menganggu Proses Belajar

Riko
Rabu, 29 Juli 2020 | 21:51 WIB
Ahmad Fitri R24/riko Ahmad Fitri

RIAU24.COM -  Ketua perwakilan Ombudsman Riau Ahmad Fitri berharap kasus pengunduran diri 64 Kepala sekolah (Kepsek) di Inhu provinsi Riau tidak menganggu kelancaran pelayanan pendidikan khususnya proses belajar dan mengajar di sekolah. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Angka 6.779, Berikut ini Rincian di Seluruh Daerah di Riau

Hal ini diminta supaya proses belajar dan mengajar berjalan lancar dan tidak tergangu terkait kasus tersebut. 

"Untuk itu kami berharap Pemda Inhu melalui Dinas Pendidikan bisa menjamin kelancaran pelayanan pendidikan bagi siswa SMP di Inhu," kata Ahmad Fitri. Rabu 29 Juli 2020.

Kemudian, Ombudsman juga menyarankan pihak inspektur kabupaten Inhu bisa mempertanyakan tentang bagaimana perkembangan pengaduan di Kejati Riau. 

Sebab untuk diketahui kasus 64 kepsek di Inhu saat ini masih diselidiki oleh Kejati Riau. Beberapa saksi dan oknum kejari yang diduga mengancam Kepsek SMP di Inhu masih diselidiki. Dan sampai saat ini belum ada titik terang terkait kasus tersebut. 

"Ketika persoalan pengunduran diri kepala sekolah di Inhu juga dilanjutkan dengan adanya laporan atau pengaduan dari Inspektorat Inhu kepada Kejaksaan Tinggi Riau, untuk itu Inspektur Kabupaten Inhu bisa mempertanyakan lagi bagaimana perkembangan pengaduannya di Kejati Riau, "jelasnya.

Diberikan sebelumnya bahwa kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa Kejari Inhu terhadap sejumlah Kepala Sekolah masih terus berlanjut.

Baca juga: 6 Pasien di Riau Meninggal Dunia Karena Covid-19, Berasal dari Pekanbaru, Dumai Kampar dan Rohul

Saat ini Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

"Pemeriksa belum menghasilkan kesimpulan terkait perkara yang ditanganinya itu, proses klarifikasi masih berlangsung,"kata Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto. 

Dikatakan Raharjo, pemeriksa masih membutuhkan keterangan pihak lainnya. Apalagi saksi dalam perkara ini sangat banyak.



Informasi Anda Genggam



Loading...