riau24

Rambut Pirangnya Jadi Sorotan Hingga Ditegur Mendagri, Ini yang Dilakukan Pasha Ungu

Ryan Edi Saputra
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:38 WIB
Pasha Ungu R24/put Pasha Ungu

RIAU24.COM - PEKANBARU - Musisi dan pejabat publik Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu menjadi sorotan karena mewarnai pirang seluruh rambut di kepalanya.

Pasha membagikan mode terbaru rambutnya itu kali pertama lima hari lalu. Kemudian, berikutnya mengunggahnya dengan mengenakan pakaian dinas. “Ada apa dengan si kuning,” tulisnya, kemarin saat tahu rambutnya jadi pembicaraan.




BACA JUGA : Dua Pelaku Perdagangan Orang Secara Ilegal ke Kapal China Ditangkap

Namun, rambut itu tak bertahan lama. Sebab, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ito Karnavian menegur pria yang masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu itu.

Pasha terlihat telah menggunduk habis rambut pirang itu. Momen dirinya dipangkas dibagikannya lewat Insta Story-nya, Jumat (31/7/2020) malam seperti dikutip pojoksatu.id.




BACA JUGA : Dua Pelaku Perdagangan Orang Secara Ilegal ke Kapal China Ditangkap

Sebelumnya, Tito mengimbau suami Adelia Pasha untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat karena masih berstatus sebagai kepala daerah.

“Sebaiknya pejabat negara memberikan contoh etika yang baik dan bertindak negarawan. Negarawan itu bisa dalam hal penampilan,” ujar Tito usai menggelar Salat Idula Adha di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Tito mengatakan sebaiknya Pasha bisa menempatkan diri dengan baik berdasarkan kondisi dan jabatannya saat ini. “Beliau harus bisa menempatkan antara seniman dan birokrat yang memiliki kode etik, kultur tersendiri sebagai birokrat,” sebut Tito.

Sejatinya, ini bukan kali pertama gaya Pasha sebagai kepala daerah memicu kontroversi. Tahun 2018 lalu, Pasha juga dikritik karena rambut gaya skin fade dan dikuncir ke belakang.

BACA JUGA : Ditetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Suap Djoko Tjandra, MAKI Ungkap Fakta Terkait Pengusaha Tommy Sumardi

Direktur Fasilitas Kepala Daerah, DPD dan Hubungan Antarlembaga (FKDH) Kemendagri, Akmal Malik sempat menyebut Pasha melanggar etika meski tak ada Undang-Undang yang mengatur gaya kepala daerah.

“Dari sisi etika saja, ada aturan tata cara berpakaian dinas yang rapi. Secara normatif tidak melanggar UU, hanya melanggar etika tata cara berpakaian,” ujarnya saat itu, kepada wartawan.



Informasi Anda Genggam



Loading...