riau24

Serangan Pasukan Muslim Hizbullah Bikin Nyali Israel Mulai Ciut

Riko
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 10:29 WIB
Foto (internet) R24/riko Foto (internet)

RIAU24.COM - Serangan yang dilancarkan pasukan Hizbullah Lebanon ke wilayah Israel awal Pekan kemarin, memiliki arti penting dalam konflik di perbatasan. Bagaiamana tidak aksi pasukan Muslim Hizbullah membuat militer Israel khawatir lantaran belum punya startegi menangkalnya. 




BACA JUGA : Parahnya Israel, Usai Berdamai dengan UEA, Langsung Gempur Kawasan Gaza di Palestina

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari The Times of Israel, pasukan Hizbullah Lebanon melancarkan serangan dahsyat awal pekan ini. Rentetan tembakan roket, rudal, dan artileri berat pasukan Hizbullah diarahkan ke wilayah Har Dov.

Israel memang sempat melakukan serangan balasan beberapa hari kemudian. Akan tetapi, aksi Hizbullah mendahului serangan memiliki arti penting dan ternyata membuat militer Israel khawatir.

Seorang mantan perwira tinggi Tentara Pertahanan Israel yang tak disebutkan namanya meyakini bahwa Hizbullah memiliki sekitar 150.000 artileri roket dan rudal. Siaga di perbatasan dan mengarah ke wilayah Israel, ia tak yakin militer Israel bisa menangkal serangan-serangan Hizbullah.

Mantan perwira tinggi militer Israel ini menilai Tentara Pertahanan Israel lamban dalam memberikan respons. Padahal, serangan-serangan Hizbullah sangat membahayakan kelangsungan hidup warga Israel di wilayah perbatasan. 

Tak cuma itu, andai Hizbullah terus menghujani sejumlah wilayah maka akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan di sektor politik dan ekonomi.

"IDF tidak mampu melakukan operasi di Lebanon untuk menghentikan roket dan rudal, yang dengan cukup cepat untuk menghindari kehancuran politik dan ekonomi yang sangat besar," ujar mantan perwira tinggi Tentara Pertahanan Israel.

"Ini akan menimbulkan korban dalam jumlah besar di tanah ini, dan juga ada sedikit alasan untuk berpikir (bagaimana) roket-roket (Hizbullah) bisa dihentikan selama berminggu-minggu dalam skenario ini," katanya.

BACA JUGA : UEA dan Israel Berdamai, Presiden Turki Erdogan Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik

Dengan kesiagaan tinggi pasukan Hizbullah di wilayah perbatasan, mantan perwira tinggi militer ini tak yakin pasukan Tentara Pertahanan Israel mampu menghalau aksi agresif Hizbullah berikutnya.

"Saya tidak yakin ada yang bisa melakukan operasi ini dengan cukup cepat, untuk melindungi rakyat Israel," katanya.



Informasi Anda Genggam



Loading...