Menu

Tuai Kontroversi, Video Wawancara Anji dengan Hadi Pranoto Soal Obat Corona Hilang dari Youtube

Satria Utama 3 Aug 2020, 09:29
Hadi Pranoto dan Anji
Hadi Pranoto dan Anji

RIAU24.COM -  Ramai menuai kontroversi, video yang diunggah musisi Anji lewat akun Youtube pribadinya tentang virus corona (Covid-19) hilang. Video tersebut sudah tidak tampak di akun dunia Manji sejak Minggu (2/8) malam.

Diketahui, video yang dimaksud bertajuk BISA KEMBALI NORMAL? OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN !! (Part 1). Video diunggah sejak 31 Juli lalu. Namun kini sudah tidak ada di akun dunia Manji. Video terakhir yang bisa diakses dari akun Youtube milik Anji adalah konser di tengah pandemi. Tidak ada video tentang diskusinya tentang obat Covid-19.

Dalam video, Anji berbincang dengan Hadi Pranoto yang disebut sebagai ahli mikrobiologi dan mengklaim telah menemukan obat berupa antibodi Covid-19. Sempat menjadi perbincangan publik.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) turut angkat suara. IDI meragukan klaim Hadi Pranoto yang menyatakan telah ada obat Covid-19.

Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto mengungkapkan, ada sejumlah tahapan yang perlu dilalui untuk memperoleh obat Covid-19. Sejauh ini, penelitian masih dilakukan berbagai negara di dunia dan sulit bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

"Di dunia ini belum ada yang secara khusus untuk Covid-19. Adanya adalah obat pencegah radang, kemudian obat memperingan tapi belum menyembuhkan," ujar Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto seperti dilansir CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (2/8).

Pembuatan obat harus melewati sejumlah tahap pengujian sebelum diklaim berhasil. Dimulai dari uji toksisitas, uji klinis kepada hewan, uji klinis terbatas kepada manusia, sampai uji klinis massal. Setelah melewati uji klinis, obat baru bisa dipakai. Namun itu pun hanya boleh dipakai secara terbatas, sebelum dipasarkan secara massal.

Slamet mengatakan pihaknya juga tidak mengetahui siapa Hadi Pranoto yang berbicara di akun Youtube Anji. Dia mengatakan Hadi tidak ada dalam data keanggotaan IDI. Sejauh ini yang pihaknya temukan adalah sosok dengan nama serupa, namun memiliki wajah berbeda.

"Setelah kita cek Hadi Pranoto ada tapi dokter bedah dan wajahnya berbeda. Kayaknya bukan. Beda orang. Saya kira harus kejar si Anji itu, itu siapa. Mikrobiologi, ya mikrobiologi di mana?" ujar Slamet.***