Produk Pertanian Holtikultura Tak Terkendala Saat pandemi Covid-19, Bupati Alfedri Bersama Warga Panen Semangka

Lina
Senin, 03 Agustus 2020 | 15:47 WIB
Produk Pertanian Holtikultura Tak Terkendala Saat pandemi Covid-19, Bupati Alfedri Bersama Warga Panen Semangka (foto/ist) R24/lin Produk Pertanian Holtikultura Tak Terkendala Saat pandemi Covid-19, Bupati Alfedri Bersama Warga Panen Semangka (foto/ist)

RIAU24.COM - SIAK- Di tengah pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat menurun akibat dampak dari wabah ini. Namun tidak menjadi halangan bagi petani semangka di kecamatan Tualang Barat, mereka justru sukses panen raya buah semangka.

Bupati Siak Alfedri yang hadir pada panen raya semangka itu, menyampaikan pemerintah mendorong kelompok tani menanam tanaman semangka. Melalui gerakan menanam holtikultura untuk meningkatkan ekonomi warga masyarakat.

Baca juga: Tingkatkan Sinergitas dengan ASN, Forkopimda dan DPRD, Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi Gelar Ramah Tamah



“Hari ini kami ke sini dengan senang hati, melaksanakan panen raya perdana semangka yang ada di Belakang Perumahan BTN Kopkar KM 9 Perawang Barat, Kecamatan Tualang," kata Alfedri.

Di jelaskannya, saat ini ada sekitar 30 hektar luas kebun semangka yang tersebar di beberapa tempat. Kelompok tani Maju Bersama ini memiliki jumlah anggota 25 orang. Rencana semangka yang akan di panen berada di atas lahan seluas 2 hektar, dengan perkiraan penen 15 ton per hektare.

Baca juga: Dengan Bantuan Dari PT RAPP, Jufri Mampu Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Setempat



"Kita mendorong warga menanam palawija holtikultura untuk di budidaya masyarakat termasuk padi, karena kita ingin suwasembada pangan, ketahanan pangan. Minimal mampu memenuhi kebutuhan lokal," terangnya.

Lanjutnya, adanya keinginan kelompok tani untuk memiliki hand tractor atau cultivator cakar. Kata bupati Ini menjadi prioritas kedepan, karena untuk mendapatkan alsintan (alat mesin pertanian) terlebih dahulu di berikan kepada kelompok yang sejak awal mengusulkan.

"Usulan dari bapak ibu Ini menjadi proritas kami kedepan, hanya saja bantuan terlebih dahulu diberikan kepada kelompok tani lama yang sejak awal mengusul. Namun usulan baru tetap menjadi proritas kita," tegasnya.

Bukan tidak beralasan pemerintah, membatasi penyaluran bantuan bagi para petani, hal itu di sebapkan adanya pengalihan anggaran di semua satuan kerja, untuk penangganan covid 19. 

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Maju Ginda Mulya menyampaikan, kelompok tani ini anggotanya terdiri anak-anak muda. Mereka bercita-cita ingin menjadi bos di usahnya sendiri.

Di hadapan Bupati Alfedri Ginda memintak bantuan alat mesin pertanian seperti hand tractor karena selama ini untuk mengarap lahan masih mengunakan manual. Jika dengan mesin untuk menghaluskan tanah, kedepan lahan akan bertambah luas.

"Kami tidak banyak meminta pertama perhatikan kami, kedua kami mohon di bantu alat pertanian dan modal usaha. Kami kelompok tani pemula masih membutuhkan pendampingan dari penyuluh pertanian sehingga harapan kami kebun semangka ini kedepan bertambah luasnya," tutupnya.

Panen semangka itu sesuai protokol kesehatan covid 19, semua undangan memakai masker. Hadir dalam acara itu, Camat Tualang, anggota dewan Siak, Penghulu Tualang Barat, ketua kelompok tani maju bersama beserta puluhan anggota, tokoh agama dan ratusan warga sekitar perumahan BTN.(adv)



Informasi Anda Genggam



Loading...