Jokowi Imbau Jajarannya Kampanyekan Penggunaan Masker, Politisi Demokrat Sebut Sebagai Pengalihan Isu Gagalnya Pemerintah

Siswandi
Senin, 03 Agustus 2020 | 23:21 WIB
Presiden Joko Widodo R24/wan Presiden Joko Widodo

RIAU24.COM -  Permintaan Presiden Jokowi yang menginginkan jajarannya mengampanyekan penggunaan masker selama dua pekan ke depan, dikritisi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan. Ia menilai, langkah hanya sebagai pengalihan isu terkait kegagalan pemerintah dalam menangani dampak pandemi Covid-19, baik di sektor kesehatan dan ekonomi.

"Sudah ekonomi mau resesi begini, penambahan kasus Covid-19 setiap hari berlipat, kemudian yang meninggal juga melebih angka kematian global, lalu mengampanyekan seperti ini, ini bentuk pengalihan isu karena seharusnya itu dilakukan di awal pandemi Covid-19. Ini bukan langkah konkret," lontarnya, Senin 3 Agustus 2020.

Baca juga: Tiba-tiba Tutup Botol Kopi Copot Sendiri, Abdel Langsung Hentikan Wawancara Dengan Komeng

Tak hanya itu, Irwan menilai, pandemi Covid-19 saat ini sudah semakin rumit. Hal itu juga tak terlepas sebagai buntut dari berbagai kebijakan yang diambil pemerintah. Dilansir cnnindonesia, ia kemudian mencontohkan kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru yang dikenalkan pemerintah. Irwan menilai, pemerintah terlalu terburu-buru mengenalkan new normal. Padahal situasi pandemi masih jauh dari kata berakhir.

Irwan juga mengkritisi kebijakan lain seperti pelonggaran sarana transportasi umum, pembubaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga ketidakberesan pemerintah dalam menyalurkan jaring pengaman sosial ke tengah masyarakat.

"Seharusnya kita bisa mitigasi lebih awal, tapi kemudian tiba-tiba pemerintah buru-buru new normal, kemudian berada pada situasi sekarang ini tentu menjadi hal yang sangat rumit. Jadinya pandemi yang berkepanjangan," tambah Wasekjen DPP Demokrat itu.

Irwan juga tak setuju bila pemerintah menerapkan sanksi kepada masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, menerapkan sanksi dengan harapan masyarakat lebih patuh melaksanakan protokol kesehatan bukan sebuah solusi.

Ia malah balik meminta pemerintah agar becermin serta introspeksi lebih dahulu sebelum menerapkan sanksi kepada masyarakat. Menurutnya, kunci penanganan Covid-19 saat ini adalah pemerintah harus menjadi teladan kepada masyarakat.

"Ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi pemerintahnya ini sudah kencing berdiri, masyarakat lihat pemerintah seperti ini akhirnya enggak ada yang diteladani," tutur Irwan.

"Kepemimpinan itu harusnya ada teladan mulai dari presiden sampai ke bawah. Kalau enggak, enggak selesai-selesai Covid-19 ini," imbuhnya.

Baca juga: Tiga Pasang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Teken Pakta Integritas Protokol Kesehatan

Untuk diketahui, imbauan penggunaan masker selama dua pekan mendatang, disampaikan Jokowi saat rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin siang tadi. Nantinya kampanye penggunaan masker akan dilanjut dengan kampanye jaga jarak agar masyarakat benar-benar mengingat bahaya penularan Covid-19.

Jokowi ingin kampanye penggunaan masker dan jaga jarak dilakukan secara bergantian agar lebih mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, kepatuhan protokol kesehatan lebih banyak diabaikan masyarakat kelas bawah. ***

 



Informasi Anda Genggam



Loading...