Profesor Rusia Sebut Virus Corona Latihan Hadapi Perang Senjata Biologis di Masa Depan

Satria Utama
Selasa, 04 Agustus 2020 | 08:25 WIB
Senjata Biologis/ilustrasi R24/saut Senjata Biologis/ilustrasi

RIAU24.COM -  Seorang dokter terkemuka asal Rusia mengatakan, pandemi Covid-19 telah berfungsi sebagai latihan untuk perang biologis di masa depan. Dia percaya bahwa virus yang menyebar cepat ini adalah ujian bagi sistem perawatan kesehatan dunia.

Dalam sebuah wawancara dengan Forbes, Profesor Leonid Roshal—Presiden Lembaga Penelitian Bedah Pediatri Darurat dan Traumatologi—menjelaskan bahwa tidak semua negara siap untuk gelombang besar pasien, dan kurangnya persiapan mereka telah terkena pandemi.

Baca juga: Update : Mengerikan, Jumlah Kematian Akibat Pandemi di AS Melampau 200.000, Posisi Trump Semakin Terjepit

"Ketika saya menganalisis situasi saat ini, saya mengerti bahwa ini adalah latihan untuk perang biologis," katanya, Senin (3/8/2020) seperti dilansir Sindonews.

"Saya tidak mengatakan bahwa virus ini diciptakan oleh manusia...tetapi ini adalah ujian dari kekuatan sistem kesehatan, termasuk pertahanan biologis negara ini," katanya lagi. 

Dokter itu juga memuji orang-orang Rusia dan pemerintahnya atas peran mereka dalam pertempuran melawan virus corona SARS-Cov-2 penyebab Covid-19. Dia memuji publik karena mendukung keputusan negara yang jitu dan tepat waktu untuk menerapkan pembatasan masuk dan tindakan lainnya.

Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Memperbolehkan Umrah Mulai 4 Oktober 2020

Saat ini, Rusia memiliki 856.264 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi, dengan lebih dari 5.000 diagnosis baru setiap hari. Dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, Rusia memiliki jumlah kasus infeksi terbesar keempat, di belakang Amerika Serikat, Brazil dan India.***



Informasi Anda Genggam



Loading...