Kata Pak Menteri, Sesama Keluarga Miskin Besanan Hal Inilah yang Bakal Terjadi

Ryan Edi Saputra
Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:04 WIB
Menko PMK, Muhajir Effendi R24/put Menko PMK, Muhajir Effendi

RIAU24.COM - JAKARTA - Jumlah keluarga miskin yang masih tinggi di Indonesia tak terlepas dari pernikahan sesama keluarga miskin. Hal itu disampaikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di webinar Kowani, Selasa (4/8/2020) kemarin.

“Sebagaimana kita ketahui bapak ibu sekalian, rumah tangga miskin di Indonesia itu jumlahnya masih sangat tinggi, masih sekitar 76 juta rumah tangga miskin di Indonesia itu,” kata Muhadjir. Sebagaimana dikutip dari detik.com (04/08/2020).

Baca juga: Tiba-tiba Tutup Botol Kopi Copot Sendiri, Abdel Langsung Hentikan Wawancara Dengan Komeng

Pada kesempatan itu dalam pemaparannya, Muhadjir tengah menjelaskan soal lingkaran siklus pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia. Salah satu topik yang disinggung Muhadjir tentang keluarga miskin di Indonesia ini.

Muhadjir menyebut, angka rumah tangga miskin di Indonesia ini berarti sekitar 20 persen dari keseluruhan rumah tangga di Indonesia. Dia lalu berbicara soal penyebab munculnya keluarga miskin baru.

Muhadjir menegaskan pentingnya pemutusan mata rantai rumah tangga miskin di Indonesia.

Baca juga: Tiga Pasang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Teken Pakta Integritas Protokol Kesehatan

“Dan rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin ini,” tutur Muhadjir.

“Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru sehingga ini perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin, kenapa? Karena kemiskinan itu pada dasarnya basisnya adalah di dalam keluarga,” ucap mantan Mendikbud ini.

Muhadjir dalam kesempatan itu juga menyinggung soal penurunan stunting di Indonesia dan pemberian asupan gizi bermutu kepada ibu hamil. Menurutnya, program tersebut awal dari pembangunan manusia dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

“Sebelum itu harus dimulai dengan perencanaan keluarga karena itu harus ada bimbingan rumah tangga calon pengantin yang itu jadi program utama Kemenko PMK, tapi karena kena Covid sehingga terpaksa kita tunda,” ucap Muhadjir.

“Karena dengan membekali calon-calon pengantin baru baik tentang kaitannya dengan kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, ekonomi keluarga, itu kita harapkan rumah tangga baru akan siap menyongsong, menyiapkan generasi Indonesia yang maju, generasi Indonesia yang unggul seperti yang menjadi arahan Bapak Presiden,” tutur Muhadjir.



Informasi Anda Genggam



Loading...