Bupati Mursini Membuka Seminar Pendidikan Islam Tingkat Provinsi

Replizar
Senin, 10 Agustus 2020 | 23:22 WIB
Bupati Mursini Membuka Seminar Pendidikan Islam Tingkat Provinsi (foto/int) R24/zar Bupati Mursini Membuka Seminar Pendidikan Islam Tingkat Provinsi (foto/int)

RIAU24.COM- KUANSING- Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Mursini melakukan Audiensi bersama dengan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Riau, dan Dewan Pimpinan MUI Kuansing. Dan sekaligus membuka Seminar Pendidikan Islam, Pondok Pesantren dan Madrasah di tengah Pandemi, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing, Sabtu (8/8).

Baca juga: Seorang Pelajar SMA Tewas Tenggelam Dan Tertimbun Pasir di Kolam PETI



Sebagaimana diketahui, bahwa Prinsip Kebijakan Pendidikan di masa Pandemi Covid-19,Kesehatan dan Keselamatan peserta didik sangatlah menjadi prioritas saat ini. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi konsekuensi negatif dan isu dari pembelajaran jarak jauh. Pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru, yaitu Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning, dan kurikulum darurat dalam kondisi khusus pada zona merah.

Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, telah memporak-porandakan tatanan kehidupan sosial, ekonomi, politik, agama, termasuk pendidikan, yang dilakukan dengan penerapan Distancing dan New Normal.

Baca juga: Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap APBD Perubahan, Dipimpin Wakil Ketua I DPRD



Hal ini menyebabkan berubahnya tatanan kehidupan dalam sektor pendidikan, siswa-siswa kita harus belajar dari rumah, guru-guru mengalami kesulitan melaksanakan pembelajaran, bahkan orang tua murid banyak mengeluh karena harus membimbing anak dan mengeluarkan biaya tambahan untuk pulsa internet," ujarnya.

"Kita berharap pendidikan islam bisa berjalan dengan efektif dan lancar, tanpa ada yang tertular dan menjadi korban Virus Covid-19. Bagi santri yang tinggal di asrama tentunya rentan terjadinya penularan, bila kita tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19," Ujarnya lagi.

"Oleh karena itu melalui seminar ini, diharapkan lahir ide-ide berlian dan cemerlang, untuk mencegah persoalan penyelenggaraan Pendidikan Islam di tengah ancaman Pandemi Covid-19. Untuk itu marilah kita sama-sama berdoa kehadirat Allah SWT, agar wabah ini lenyap dari muka bumi, sehingga kita dapat kembali hidup secara normal," tuturnya.

Sementara Sekretaris Umum MUI Provinsi Riau, H. Zulhusni Domo S.Ag menyebutkan, "Kegiatan ini adalah seminar Pendidikan Islam, dengan Thema "Eksistensi Madrasah dan Pondok Pesantren di masa pandemi, yang dilaksanakan oleh Komisi Pendidikan MUI Riau, yang bekerjasama dengan  MUI Kabupaten Kuantan Singingi.

Sedangkan pesertanya sebanyak 50 orang, yang terdiri dari dua perwakilan masing-masing dari Kabupaten/ Kota se-wilayah Riau Daratan, yaitu Pekanbaru, Kuansing, Inhu, Inhil, Pelalawan, dan Kampar serta kepala Madrasyah Pondok Pesantren Taluk Kuantan," ujarnya.

Adapun Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan ke para peserta seminar, agar bisa menerapkan ke Madrasah dan Pondok Pesanten masing-masing peserta, serta membina Ahlak, Iman dan Taqwa para peserta didiknya, dan bermanfaat di dunia pendidikan," sebutnya.

"Kita juga berharap kepada Pemerintah, agar arif membuat keputusan kebijakan, dan meninjau ulang kebijakan untuk memperluas sistem belajar melalui daring, yang membutuhkan alat pendukung komunikasi dalam pembelajaran tersebut, Artinya harus memiiliki sarana seperti HP Android dan kota internet. Hal ini tentunya ada plus minusnya. Dan orang tua diharapkan aktif dalam mengunakan, dan ikut dalam kegiatan belajar mengajar dalam daring," tambahnya.



Informasi Anda Genggam



Loading...