Masyarakat Aceh Heboh dan Ketakutan Karena Dikepung Awan Berbentuk Tsunami, Ternyata Bisa Mengakibatkan Hal-hal Berikut Ini

Siswandi
Senin, 10 Agustus 2020 | 23:39 WIB
Penampakanawan tsunami yang membuat geger masyarakat Meulaboh, Aceh. Foto: int  R24/wan Penampakanawan tsunami yang membuat geger masyarakat Meulaboh, Aceh. Foto: int

RIAU24.COM -  Masyarakat Meulaboh, Aceh, sempat heboh dan dibuat ketakutan saat awan berbentuk gelombang tsunami bergelayut di langit daerah itu, Senin 10 Agustus 2020. Melihat awan yang begitu fenomenal, masyarakat sempat berpikir akan terjadi bencana dahsyat. 

Kondisi itu dibenarkan Aidil Firmansyah, salah seorang warga Meulaboh. Ia mengaku heran dan terkejut melihat fenomena awan bergulung bak gelombang laut tersebut. Menurut Aidil, ia dan warga lain merasa heran, karena fenomena alam seperti itu tak pernah terjadi sebelumnya. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Imbauan: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Angin Kencang Hingga Hujan Es

“Warga memang terkejut ya, selain heran, mereka juga banyak yang mengabadikan fenomena alam ini dengan telepon selulernya, juga tidak sedikit mengaitkan dengan mitos-mitos kebencanaan," terangnya, dilansir kompas. 

"Tapi fenomena ini tidak berlangsung lama, hanya setengah jam kemudian awan terbawa angin, lalu cuaca pun mendung sepanjang hari,” lanjutnya.  

Angin Kencang Hingga Hujan Es 
Terkait fenomena itu, Kasi Data BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda, Zakaria , menyebutkan fenomena awan seperti ombak menggulung yang memanjang di langit. dikenal sebagai awan Arcus atau awan tsunami. 

"Awan berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami, ini memang fenomena langka" terangnya.

Awan seperti itu, katanya, merupakan bagian dari awan kumulonimbus. Awan ini juga bisa menimbulkan angin kencang hingga hujan es. 

"Awan ini merupakan bagian dari awan CB (kumulonimbus). Awan ini merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level (single level)," katanya. 

Baca juga: Buru OPM, IPW Sarankan Pemerintah Terjunkan Densus 88 dan TNI Antiteror

"Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat, bisa juga terjadi kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es," lanjut Zakaria. 

Selain itu, awan ini biasanya terjadi di daerah yang tidak begitu luas sehingga tidak dapat dipantau satelit. Melihat dampak yang bisa muncul akibat pemunculan awan ini, pihaknya mengimbau warga agar tak berada di lokasi terbuka jika melihat awan tersebut. ***



Informasi Anda Genggam



Loading...