Kebobrokan Tentara China Terungkap Lagi, Ternyata Ini Sumber Penyakitnya

Siswandi
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:11 WIB
Tentara China (ilustrasi). R24/wan Tentara China (ilustrasi).

RIAU24.COM -  Fakta terkait sisi lemah pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), kembali terbongkar. Parahnya, ternyata penyebabnya malah berasal dari internal sendiri. Di mana sejumlah perwira tinggi dikabarkan suka korupsi. Hal ini yang kemudian diprediksi  bisa melemahkan kekuatan dari dalam. 

Kondisi ini tampaknya sudah disadari Presiden China, Xi Jinping, Karena itu, sejumlah tindakan tegas terkait masalah ini telah dilakukannya.

Baca juga: Seorang Perwira Polisi Diketahui Punya Kekayaan Rp141,9 Miliar, Dugaan Hasil Korupsi dan Ilegal

Dilansir viva yang merangkum the china morning post, Selasa 11 Agustus 2020, karakter buruk sejumlah perwira tinggi itu dikabarkanmembuat praktek korupsi di tubuh PLA semakin meluas. 

Faktanya, kasus korupsi Tentara Pembebasan Rakyat China sudah terjadi di saat China masih dipimpin Jiang Zemin. Jiang yang juga merupakan Ketua Komite Militer Pusat, sampai membubarkan kompleks bisnis militer pada 1998 silam. Akan tetapi, hanya dengan penutupan masalah tak selesai. Sebab kabarnya korupsi PLA sudah menyebar.

Beda lagi dengan Jiang, Xi Jinping memiliki sikap yang lebih keras. Tak tanggung-tanggung, sejak ditunjuk menjadi Sekretaris Partai Komunis China (CPC) pada 2012, Xi memerintahkan investigasi secara masif di institusi militer China. Tercatat, ada lebih dari 4.000 investigasi anti-korupsi di tubuh PLA.

Buntutnya, sejumlah skandal terbongkar, sehingga beberapa perwira tinggi pun dipecat. Yang paling terkenala, adalah saat dua perwira tinggi PLA, Jenderal Xu Caihou dan Jenderal Guo Boxiong, yang dipecat lantaran ketahuan korupsi pada 2012.

Baca juga: Disuruh Bakar Bendera Indonesia Dibayar 100 Dollar, Warga Gaza Marah: Mengapa Kami Menyakiti Saudara yang Selalu Membantu Palestina

Caihou terbukti menerima banyak uang yang mengalir ke kantong pribadinya. Namun yang paling gila adalah saat Caihou menduduki posisi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, di mana ia terbukti menerima suap kenaikan jabatan. Bagi para perwira tinggi yang ingin naik pangkat, prosesnya akan cepat asalkan menyetor uang kepada Caihou sebesar 20 juta Yuan, atau setara dengan Rp42,3 juta. 

Begit pula halnya dengan Boxiong, yang juga menduduki posisi yang sama dengan Caihou saat melakukan praktek penerimaan suap. Sejumlah media China dan asing telah menyoroti Boxiong, lantaran ada dugaan terlibat dalam praktek korupsi di dalam Tentara Pembebasan Rakyat China. *** 



Informasi Anda Genggam



Loading...