Pria Pakistan yang Menyerang Penjaga Keamanan Nepal Dihukum 4 Bulan Penjara

Devi
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:01 WIB
Pria Pakistan yang Menyerang Penjaga Keamanan Nepal Dihukum 4 Bulan Penjara R24/dev Pria Pakistan yang Menyerang Penjaga Keamanan Nepal Dihukum 4 Bulan Penjara

RIAU24.COM -  Dalam pembaruan baru-baru ini, Pengadilan Hakim Kuala Lumpur memutuskan hukuman penjara empat bulan untuk pria Pakistan yang melecehkan seorang penjaga keamanan Nepal. KUHP Malaysia berdasarkan Pasal 324 menyatakan bahwa cedera yang disebabkan oleh senjata apa pun akan dihukum maksimal 10 tahun penjara, denda, cambuk, atau dua hukuman yang diberikan.

Menurut Harian Metro, pria Pakistan itu mengaku bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan oleh Hakim Wong Chai Sia. Hukuman penjaranya akan dimulai pada tanggal penangkapannya yaitu 3 Agustus 2020. Dengan tidak adanya pengacara untuk mewakili kasusnya, dia mengajukan pembelaan untuk hukuman yang ringan. Wakil Jaksa Penuntut Umum Wan Ahmad Hakimi meminta putusan yang tepat agar terdakwa tidak mengulangi perbuatannya yang keji.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Pemerintah Aceh Tangguhkan Hukuman Cambuk Terhadap Pemerkosa Anak Setelah Ia Menderita Luka Memar yang Mengerikan

Dua minggu lalu pada 31 Juli, video viral seorang pria Pakistan yang melecehkan seorang penjaga keamanan Nepal muncul dan menyebar di media sosial seperti api. Video tersebut memicu wacana besar terkait penganiayaan buruh migran di Malaysia.

Video berdurasi 47 detik yang mengecewakan dari seorang pria yang dengan kejam melecehkan penjaga keamanan dan memukulnya dengan apa yang tampaknya seperti pentungan direkam pada 7 Juli. Hal ini menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat Nepal, terutama terkait dengan kerugian dan penelantaran pekerja migran serta kurangnya belas kasih dan empati terhadap mereka.

Baca juga: Terlalu, Ketahuan Selingkuh, Istri Pesepakbola Ini Tega Bayar Pembunuh Untuk Habisi Suaminya Sendiri



Kedutaan Nepal di Malaysia segera mengambil tindakan untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang dan dapat menunjukkan pertengkaran yang terjadi di sebuah kondominium di sepanjang Jalan Madrasah. Tindakan agresi ini tidak boleh ditoleransi atau dimaafkan terhadap pekerja migran.

Untungnya, setelah dilakukan penggeledahan yang disengaja, pria tersebut akhirnya dapat diidentifikasi dan ditangkap polisi.



Informasi Anda Genggam



Loading...