Menu

Terungkap, Lima Terduga Teroris Kampar Berniat Ledakkan Mapolres Kampar dan Gereja

Khairul Amri 13 Aug 2020, 11:44
Foto. Ilustrasi
Foto. Ilustrasi

RIAU24.COM - KAMPAR - Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar kembali mengamankan 5 orang terduga teroris, ke-5 orang ini diamankan pada Selasa, 11 Agustus 2020 lalu di wilayah Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau. 

Penangkapan para terduga teroris oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar ini dilakukan dalam waktu yang hampir berdekatan, kelimanya merupakan warga asli Kabupaten Kampar, yaitu SU, TJ, SY, LR dan TW. 

Berdasarkan informasi, para terduga teroris yang diamankan Aparat Kepolisian ini semuanya tergabung dalam jaringan teror JAD (Jamaah Anshorut Daulah).

Mereka menganggap sistem negara demokrasi adalah kafir sehingga pada saat Pilpres tahun 2019 lalu, sebagian kelompok ini merusak baliho dan bendera salah satu Parpol di Kabupaten Kampar dengan cara merobeknya.

Penangkapan kelima terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait Tindak Pidana Terorisme yaitu NW, yang lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada pada Sabtu (1/8) lalu. 

NW sebelumnya terlibat kasus Tindak Pidana Terorisme, terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan Bom Bunuh Diri di Gereja - Gereja yang ada di Kota Pekanbaru, bersama dengan 4 orang rekannya, yaitu AZ, ZZ, AM dan KH (diamankan 21 Juni 2020).

"Menurut pengakuan salah seorang tersangka yang diamankan (NW), bahwa ia akan melakukan amaliyah dengan cara meletakan Bom di Gerobak Cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan, kemudian akan meledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Polres Kampar, namun sebelum mereka beraksi, Tim Densus 88 berhasil mengetahui rencana mereka dan mengamankan para pelaku ini," ungkap Kasubag Humas Polres Kampar Iptu Deni Yuzra, Kamis, 13 Agustus 2020.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat mengatakan dalam hal penangkapan ini pihaknya hanya turut membackup saja.

"Ada lima yang ditangkap, Polda Riau sifatnya hanya back up saja," sebutnya singkat.