Kamar Isolasi Penuh, Jubir Sebut Ada 168 Pasien OTG Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah Masing-masing

Ryan Edi Saputra
Minggu, 23 Agustus 2020 | 14:52 WIB
dr Mulyadi R24/put dr Mulyadi

RIAU24.COM - PEKANBARU - Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 10 kamar untuk merawat pasien positif corona di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rejosari, Jalan Teluk Lembu Ujung. Kamar ini dikhususkan bagi pasien positif corona tanpa gejala.

Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Pekanbaru Dokter Mulyadi, Sabtu (22/8/2020), mengatakan, ruang isolasi bagi pasien positif corona di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru sudah penuh. Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 10 kamar bagi para OTG.

"Saat ini, ada 168 pasien positif corona tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Baca juga: Hari Kedua Puasa Ramadhan, Harga Ayam dan Cabai Merah di Pekanbaru Masih Mahal

Diberitakan sebelumnya, Pemko Pekanbaru menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi para pasien positif corona dengan status orang tanpa gejala (OTG). Pasalnya, biaya perawatan pasien OTG ini tidak ditanggung oleh pemerintah pusat.

"Kami merencanakan Rusunawa Rejosari sebagai rumah sehat. Kami menjadikan rusunawa ini sebagai tempat isolasi bagi para OTG yang tidak mampu mengisolasi di rumah," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Rabu (5/8/2020).

Mulai ini, rumah sehat ini akan diisi dengan para OTG di Rusunawa Rejosari, Jalan Teluk Lembu Ujung. Karena, pasien konfirmasi dengan status OTG tidak bisa dirawat di rumah sakit. 

"Mereka tidak ada penggantian biaya dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat hanya membiayai pasien positif corona yang memiliki gejala dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga memiliki gejala corona," ungkap Firdaus.

Baca juga: Jadwal Salat dan Imsak Pekanbaru 15 April 2021

Sedangkan pasien positif corona berstatus OTG hanya dianjurkan menjalani isolasi mandiri. Bagi para OTG yang mampu bisa menjalani isolasi mandiri di rumahnya. 

"Syaratnya, ruangan di rumah cukup untuk menjalani isolasi. Sehingga, keluarga inti tidak tertular. Isolasi dilakukan agar para OTG itu tidak menularkan ke warga lain," jelas Firdaus.

Rumah sehat itu telah disiapkan sejak awal pandemi corona pada bulan Maret lalu. Rumah sehat ini juga belum sempat diisi. 

"Di rumah sehat, pasien yang menjalani isolasi mandiri semuanya ditanggung, mulai dari makanan, keperluan sehari-hari, pengobatan, proses swab," sebut Firdaus.

Rencana awalnya, rumah sehat itu untuk para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia. Ternyata, warga Pekanbaru yang dideportasi dari Malaysia tidak banyak. 

"Umumnya, mereka bisa menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing," pungkas Firdaus.


Informasi Anda Genggam


Loading...