Sebut Jakarta Sial Karena Anies Baswedan Jadi Gubernur, Netizen Adukan Ferdinand Hutahaean ke AYH dan SBY

M. Iqbal
Jumat, 04 September 2020 | 11:46 WIB
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean R24/ibl Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean

RIAU24.COM - Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang melakukan pengecekan tugu peti mati Covid-19 yang berada di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara.

Sambil unggah foto Anies Baswedan saat mendatangi tugu tersebut, dia sendiri merasa ingin memaki Anies Baswedan.

Tak hanya itu, Ferdinand juga menyebutkan jika Jakarta menjadi sial karena punya gubernur seperti Anies Baswedan.

Baca juga: Begini Sedihnya Amanda Manopo Setelah Ditinggal Ibu Selamanya

"Saya kalau melihat foto ini rasanya ingin memaki, untung sy msh bs mengendalikan emosi. Sial betul nasib Jakarta punya Gubernur seperti ini," kata dia dilihat di akun Twitternya.

Tak hanya itu, kebijakan Anies Baswedan untuk menghadapi Covid-19 diniali tidak jelas. "Peti mati dibuat, demo diijinkan, kerumunan diijinkan, ganjil genap dilakukan. Anda tidak jelas kebijakannya Nies..!" kata dia lagi.

Komentar Ferdinand itupun langsung dikritik dan ramai diserang oleh para netizen. Para netizen sendiri banyak mengadukan Ferdinan ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Halangi Akses Rumah Tahfidz, Tembok Buatan Anggota DPRD Akhirnya Dirobohkan Satpol PP, Netizen: Tandai Orangnya

"SIAL BETUL, @DKIJakarta Ketempatan model pean Hidup numpang, nyari  makan dimari, teriak2  ga jelas.. Yth Mas @AgusYudhoyono Pak @SBYudhoyono Mas @Edhie_Baskoro Bang @jansen_jsp @hincapandjaitan
@PDemokrat gq rugikah punya Kader  BENALU model gini yg duduk di Pucuk Organisasi?" kicau seorang netizen.

"@AgusYudhoyono anda punya potensi untuk menjadi pemimpin besar bangsa ini dimasa yg akan datang, namun itu semua tidak akan terwujud apabila anda tidak dapat mengendalikan seorang ferdinan.
cc @SBYudhoyono," komentar salah satu netizen.

"Apanya yg salah? Itu cuma satu bentuk tools & media informasi sbg bagian kampanye kewaspadaan thd Covid-19. Bagus2 aja utk perkuat himbauan persuasif kpd publik yg kurang efektif. Apa sesederhana itu pun ga bs dicerna maksud & tujuannya?" tulis netizen lainnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...