Menu

Sebut Kakek Arteria Dahlan Pendiri PKI Sumbar, Ini Sosok Hasril Chaniago Guru Para Jurnalis di Sumbar, Riau dan Kepri

Riko 9 Sep 2020, 12:25
Hasril Chaniago
Hasril Chaniago

RIAU24.COM - Tokoh Pers Sumatera Barat (Sumbar) Hasril Chaniago diundang khusus Talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One dengan topik ‘Sumbar Belum Pancasilais?, Selasa (8/9) malam.

Selain menghadirkan toko-tokoh asal Sumbar, juga hadir anggota DPR RI Arteria dahlan yang juga keturunan Minang Kabau. Dalam talkshow itu, Hasril Chaniago mengungkit kakek Arteria Dahlan. “Arteria Dahlan itu mamanya itu Bachtaruddin, nama kakeknya itu. Bachtaruddin itu pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota konstituante setelah Pemilu 1955,” kata dia.

Sontak pernyataan Hasril Chaniago pun jadi perbincangan hangat di media Twitter dan faceboook.

Siapakah sosok Hasril Chaniago itu?

Dikutip dari laman https://id.wikipedia.org, Hasril Chaniago lahir di Nagari Koto Tangah Simalanggang pada 20 Januari 1962. Setelah tamat dari STM Negeri Bukittinggi sebagai juara umum pada tahun 1982, ia mendapatkan tiket mahasiswa undangan untuk kuliah di FKT IKIP Padang.

Namun, kesempatan itu tidak diambilnya karena kecewa dengan kebijakan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef yang waktu itu melarang tamatan STM melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri kecuali untuk pendidikan keguruan, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menjadi insinyur dan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berbekal pengalaman sebagai pengasuh majalah sekolah Gesit, ia memilih terjun langsung ke dunia jurnalistik dan tulis-menulis.

Selama bekerja di Harian Singgalang, ia sempat mengikuti beberapa pendidikan jurnalistik di berbagai tempat, seperti di Universitas Andalas, Padang (1983), Medan (1986), dan Arlington, Virginia, sembari menjadi visiting editor di surat kabar Tallahassee Democrat, Florida, Amerika Serikat pada tahun 1998.Sambil menjadi wartawan dan penulis, ia pernah menjadi Konsultan Pengembangan Media Haluan Media Group dan Ketua Dewan Redaksi Harian Haluan (2010–2012).

Selain itu, ia pernah menjadi Redaktur Eksekutif Harian Singgalang (1986–1998), kontributor dan redaktur tamu Majalah Ekonomi Prospek Jakarta, Pemimpin Redaksi Mimbar Minang (1999–2005), koresponden majalah Milenia Muslim (Malaysia) untuk Indonesia (2007–2008), dan Board of Editorial Majalah Indonesian Leaders Jakarta (2015–2016).

Sebagai tokoh pers, Hasril juga menjadi guru bagi banyak jurnalis di Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. "Saat menjadi Pimred Mimbar Minang saat pergerakan mahasiswa, kami sering berdikusi dengan bang In (pangilan Hasril) melancarkan protes kepada pemerintah Orde Baru saat Reformasi," ungkap seorang aktifis 1998, yang saat ini bekerja di Riau1.com.

 

​​​​​​