Menu

Tidak Bisa Diwakilkan, Hasril Chaniago Sarankan Puan Maharani Minta Maaf

Riko 9 Sep 2020, 13:55
Hasril Chaniago
Hasril Chaniago

Hasril juga mengatakan, saat ini dia sudah masuk dikategori ninik mamak, dimana ninik mamak itu kalau berkata itu menyelesaikan. Beda dengan pemuda yang memang harus berkata keras. Makanya pemuda Minang agak 'keras' dalam berkata. 

"Pemuda kita disuruh tabayyun, tolonglah dijembatani. Dan jika mba Puan datang akan kami sambut dengan payung kuning. Kita jamin aman. Kita orang Minang ini beralam lapang," ujarnya lagi. 

Ada yang mengatakan Sumbar itu daerah garis keras. Hasril mengakui orang Minang kalau menegakan kebenaran memang sangat keras tapi untuk yang lain orang Minang sangat toleransi. Dan garis keras pun, orang minang itu memberontak tetap dalam NKRI, makanya namanya tetap PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia).

Pada kesempatan itu Hasril Chaniago juga mengingat status di akun facebooknya setahun lalu, pada tanggal yang sama, "Salim Said mengatakan banyak masalah di Indonesia karena pemimpin tidak mengerti sejarah". Ini juga mengingatkan dia dengan perkataan Puan Maharani soal Semoga Sumbar mendukung negara Pancasila. 

Ia menilai, akar masalah dari semua ini karena pemahaam kita terhadap sejarah sangat kurang. Ia kemudian juga menjelaskan bagaimana sangat sayangnya orang Minang kepada Soekarno. Kemudian bagaimana cara orang Minang kemudian mengkritisi Soekarno saat memasukan komunis pada pemerintahan di tahun 1950-an. 

"Orang minang mengkritisi Soekarno karena dianggap telah menyimpang dari Pancasila. Ini adalah sejarah yang harus dipahami oleh siapapun, tidak hanya mba Puan," katanya lagi.

Halaman: 123Lihat Semua