Pengusaha Hotel dan Restoran Resah Kebijakan PSBB Total Anies

Riko
Kamis, 10 September 2020 | 11:27 WIB
Anies Baswedan (net) R24/riko Anies Baswedan (net)

RIAU24.COM -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta galau dan khawatir dengan keputusan pemrov DKI yang memberlakukan lagi kebijakan Pembatas Sosial Berskala Besar (PSBB) total. 

Baca juga: Belajar dari Maraknya Kasus Kekerasan di Lembaga Keagamaan, Mahfud MD Minta Pembakar Mimbar Masjid Tak Disebut Orang Gila

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Krishandi menyatakan itu muncul karena okupansi hotel dan restoran yang sempat tertekan waktu awal penyebaran virus corona sudah merangkak naik menembus double digit lagi.

Ia khawatir pemberlakuan kebijakan PSBB total bakal menekan okupansi lagi. Jika kekhawatiran itu terjadi, pekerja bisa dirumahkan kembali karena jatuhnya permintaan.

Meski masih diperbolehkan melayani pesanan take away, namun Kris menyebut kontribusinya ke penjualan tak lebih dari 10 persen.

"Galau. Dalam arti yang tadinya sudah mulai menanjak, sudah mulai ada pertemuan dan resto sudah mulai makan di tempat sejak 2 bulanan, dengan kejadian ini akan menjadi tanda tanya," katanya melansir CNNIndonesia.com, Kamis 10 September 2020.

Meski mengaku risau, namun Kris menilai secara umum kebijakan PSBB total sudah tepat. Karena, angka penyebaran di ibu kota belakangan ini memang mengerikan.

Baca juga: Dory Harsa Makin Tajir Sejak Nikahi Nella Kharisma, 3 Sektor Ini Jadi Sumber Penghasilannya

Ia memperkirakan jika pemda tak mengambil langkah cepat, Jakarta bisa menjadi zona hitam. 

"Secara umum menyambut baik, karena melihat angka per dua hari lalu Jakarta sudah mengerikan, antara kesehatan dan ekonomi maka memang sekarang rem habis-habisan. Harus dilakoni, apa boleh untuk mengingatkan masyarakat untuk bertingkah sesuai protokol," katanya.


Informasi Anda Genggam


Loading...