Baliho Dirusak, Paslon Zukri-Nasarudin Kecewa dan Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Ardi
Kamis, 10 September 2020 | 20:47 WIB
Baliho Dirusak, Paslon Zukri-Nasarudin Kecewa dan Merasa Diperlakukan Tidak Adil (foto/ardi) R24/ardi Baliho Dirusak, Paslon Zukri-Nasarudin Kecewa dan Merasa Diperlakukan Tidak Adil (foto/ardi)

RIAU24.COM -  PELALAWAN- Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Zukri - Nasarudin merasa diperlakukan tidak adil oleh aparatur pemerintah Kecamatan dan Desa. Terutama masalah alat peraga atau baliho.

"Sudah ada 5 alat peraga baliho kami yang dirusak dan dibongkar. 3 dirusak dan dikoyak, 2 lagi dibuka atau dibongkar. Hanya 1 titik yang konfirmasi untuk dibuka dulu, dan akan dipasang kembali," jelas Juru Bicara Tim Pemenangan Bapaslon Zukri-Nasar, Tengku Khairil bersama ketua Dewan DPC PDIP Pelalawan Syafrizal, SE, kepada Riau24.com, Kamis, 10 September 2020.

Baca juga: Astaga, Ternyata Banyak Foto Selfie KTP Dijual Bebas di Medsos, Netizen Curigai Untuk Ini



Dua baliho yang dibuka dan dibongkar tersebut, diduga dibongkar pihak Desa dan Kecamatan, karena di lokasi baliho dilaksanakan acara yang dihadiri Bupati Pelalawan HM Harris.

Zukri-Nasar sebut Tengku Khairil, sangat mengerti dan memahami posisi Bupati Harris sebagai Ketua Tim Pemenangan Bapaslon. Namun sangat aneh, jika mungkin oleh Pemdes dan Pemerintah Kecamatan tak ingin ada alat peraga Bapaslon lain dilokasi acara Bupati Pelalawan. "Buat saja baliho lain. Kalau perlu 10 kali lebih besar dari baliho kami,"imbuh Tengku Khairil.

Baca juga: Rizieq Shihab Tak Terima Divonis 4 Tahun dan Banding, Begini Respon Hidayat Nur Wahid



Sementara DPC PDIP selaku partai pengusung utama pasangan ini, juga sangat menyayangkan adanya baliho Zukri-Nasar yang dirusak. "Yang pasti sudah ada 3 titik yang dirusak dan dikoyak. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," sebut Syafrizal,SE, ketua PDIP Pelalawan.

Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Bapaslon Zukri-Nasar ini menghimbau semua pihak untuk dapat bijak dalam Pilkada Pelalawan ini. "Mari kita bersaing secara sehat. Jangan ada tindakan provokatif. Pemdes dan Pemerintah Kecamatan juga harus netral," pintanya. 


Informasi Anda Genggam


Loading...