Banyak Pengungsi Rohingya di Aceh Meninggal Karena Penyakit Pernafasan

Devi
Sabtu, 12 September 2020 | 11:38 WIB
Banyak Pengungsi Rohingya di Aceh Meninggal Karena Penyakit Pernafasan R24/dev Banyak Pengungsi Rohingya di Aceh Meninggal Karena Penyakit Pernafasan

RIAU24.COM -  Seorang pengungsi Rohingya di Aceh meninggal karena penyakit pernafasan pada hari Jumat, hanya sehari setelah dua pengungsi lainnya meninggal karena sebab yang sama. Kepala Humas Kota Lhokseumawe Marzuki mengatakan, pengungsi berusia 19 tahun bernama Senowara itu dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) di Aceh Utara setelah mengeluh demam tinggi dan sesak napas. Marzuki belum bisa memastikan apakah dia tertular COVID-19 atau tidak.

"Kami sudah mengambil sampel usapnya, tapi hasilnya belum juga keluar," kata Marzuki, Jumat seperti dilansir kompas.com. Senowara dimakamkan di Makam Kuta Blang, Lhokseumawe, Jumat. Marzuki mengatakan empat pengungsi Rohingya lainnya, yang semuanya mengeluh panas dan sesak napas, saat ini dirawat di RSUCM.

Zxc1

"Semua tagihan medis mereka dibayar oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi [UNHCR]," katanya.

Sebanyak 296 pengungsi Rohingya tiba di Aceh pada Senin setelah dikabarkan terlantar di laut selama enam bulan. Mereka ditemukan oleh nelayan lokal beberapa kilometer di lepas pantai Lhokseumawe. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesak pemerintah memastikan para pengungsi mendapat makanan yang cukup, tempat tinggal dan layanan kesehatan penting, serta perlindungan dari infeksi COVID-19.

Baca juga: Inilah Sosok Pria Pemberani, Rela Mati Untuk Menghalau Teroris yang Hendak Meledakan Bom ke Dalam Sebuah Masjid

Marzuki mengatakan dia tidak tahu berapa lama para pengungsi akan tinggal di tempat penampungan sementara tempat mereka dikirim.

Penampungan tersebut merupakan pusat pelatihan kejuruan di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara. "Saya belum mendapat informasi berapa lama mereka akan tinggal di sini. Kami menunggu keputusan dari UNHCR dan pemerintah pusat. Kewenangan ada di pemerintah pusat," ujarnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...