Hanya Gara-gara Kritik Ekonomi Kim Jong Un, Korut Eksekusi Mati 5 Pejabatnya

Riko
Sabtu, 12 September 2020 | 13:44 WIB
Foto (internet) R24/riko Foto (internet)

RIAU24.COM -  Korea Utara (Korut) mengeksekusi mati lima pejabat pemerintahnya pasca mereka mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah yang dipimpin Kim Jong-un. Kelimanya dieksekusi oleh regu tembak.

Mengutip Sindonews dari laporan DailyNK, Sabtu 12 September 2020, lima pejabat Kementerian Ekonomi dieksekusi mati oleh regu tembak pada 30 Juli 2020 setelah percakapan mereka yang mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah muncul di pesta makan malam dan dilaporkan ke atasan mereka. 

Baca juga: Tragis, Kelompok Bersenjata Pakistan Kabur Setelah Tembak Imam Mesjid

Kelima pejabat secara terbuka membahas perlunya reformasi industri di negara komunis yang menghasilkan sedikit barang konsumsi untuk warganya yang miskin tersebut.

Mereka juga membahas perlunya Korea Utara mencari kerjasama asing untuk membantu mengatasi sanksi perdagangan yang menghancurkan.

Mereka bahkan mengungkapkan kekhawatiran ekonomi yang stagnan akan semakin parah jika perbaikan tidak segera dilakukan.

Diskusi mereka akhirnya sampai ke kepala Kementerian Ekonomi. Pemimipin kementerian itu lantas melaporkan tindakan mereka kepada pihak berwenang yang mendorong penyelidikan internal. 

Kelima orang itu, yang dianggap pemerintah sebagai pejabat yang sangat kompeten di dalam kementerian, dipanggil ke sebuah pertemuan di mana mereka ditangkap oleh polisi rahasia dan dipaksa untuk mengaku merusak citra rezim.

Selain itu, ada laporan lain bahwa keluarga mereka dipindahkan ke kamp penjara politik stasiun 15 di Yodeok, Hamgyeongnam-do, salah satu situs paling terkenal di negara itu bagi para pembangkang politik.

Eksekusi tersebut mengkhawatirkan para pejabat Partai Buruh yang takut akan terjadinya kembali "pembersihan" yang melanda negara itu setelah kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2011. Kim Jong-il adalah ayah Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara saat ini. 

Sementara itu, Kim Jong-un membuat penampilan langka di depan publik setelah laporan rezimnya mengeksekusi lima pengkritik muncul di media. Media pemerintah, KCNA, pada hari Sabtu (12/9/2020), melaporkan pemimpin muda itu memeriksa pekerjaan rekonstruksi di daerah yang dilanda banjir di Unpha, Provinsi Hwanghae Utara.

Baca juga: Karena Aksi Pria yang Melakukan Sit-up Di Atas Tiang Listrik, Ribuan Rumah di China Jadi Gelap Gulita

Rentetan topan dan hujan melanda beberapa bagian negara itu dalam beberapa pekan terakhir. "Kim mengatakan ekonomi Korea Utara telah menghadapi masalah dan tekanan karena kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini," tulis KCNA.


Informasi Anda Genggam


Loading...