Menu

Panas! Partai Komunis China Blak-blakan Nyatakan Siap Perang dengan ASEAN dan AS

Siswandi 15 Sep 2020, 11:29
Latihan perang di laut (ilustrasi). Foto: int
Latihan perang di laut (ilustrasi). Foto: int

RIAU24.COM -  Sebuah pernyataan yang membuat geger, dilontarkan Partai Komunis China (PKC). Partai itu mengumbar retorika yang menyatakan siap perang melawan negara-negara ASEAN dan negara lain yang terlibat sengketa wilayah dengan Beijing, khususnya di perairan Laut China Selatan. 

Tak tanggung-tanggung, PKC juga sesumbar bakal tampil sebagai pemenang,jika perang benar-benar terjadi. Bahkan jika harus melawan Amerika Serikat sekali pun. 

Sesumbar itu dilansir the global times, yang merupakan media PKC, 11 September 2020 kemarin. Hal itu bersamaan waktunya menjelang latihan perang besar-besaran Amerika Serikat, yang dipusatkan di Guam, pulau kecil di Pasifik yang jadi basis pesawat-pesawat pembom nuklir Amerika. 

Latihan perang Amerika itu sudah dimulai 14 September dan akan berlangsung hingga 25 September mendatang. Dalam latihan itu, sejumlah kekuatan diturunkan AS. Di antaranya Kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan dan kapal serbu USS America. Begitu pula kapal perang amfibi USS New Orleans dan USS Germantown. 

Dilansir sindonews,  Selasa 15 September 2020, manuver militer besar-besaran yang diberi nama "Valiant Shield" ini juga melibatkan 100 pesawat dan sekitar 11.000 tentara. Latihan perang Valiant Shield mencakup operasi darat, laut dan udara yang terkoordinasi di sekitar pulau Pasifik tengah dan meluas melalui rantai Pulau Marianas.

Latihan perang ini, yang kemudian berbuntut dengan munculnya respon keras dari kubu China.  Dalam editorialnya, the global times mendesak rakyat China untuk bersiap menghadapi potensi perang. 

Beijing sangat terlibat dalam serangkaian latihan militer yang luas di sekitar Taiwan dan Laut China Selatan. Taiwan pada pekan lalu menuduh pesawat-pesawat jet tempur China melanggar wilayah udaranya dan menyoroti keberadaan kapal "milisi" yang dekat dengan klaim teritorialnya.

"Jika AS melangkah lebih jauh, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dapat mengambil lebih banyak tindakan balasan, termasuk latihan peluru kendali langsung di timur Pulau Taiwan dan dekat Guam," kata seorang pejabat senior Partai Komunis China, pada bulan lalu.

Indonesia tidak terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan. Namun, Indonesia secara tidak langsung masih berseteru dengan China di sekitar perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Yang terbaru, kapal pengawas pantai China, dikabarkan kembali keluyuran di perairan Natuna, meski sudah diusir Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. 

Untuk diketahui, latihan Valiant Shield digelar setelah latihan perang Rim of the Pacific (RIMPAC) bulan lalu di lepas pantai Hawaii. Dalam latihan perang RIMPAC, 23 kapal perang dari 10 negara ambil bagian, termasuk kapal perusak Australia HMAS Hobart, fregat HMAS Stuart dan Arunta, dan kapal pemasok HMAS Sirius.

"Sangat penting bagi kami untuk menunjukkan kepada sekutu dan mitra kami komitmen kuat kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Laksamana Muda AS Michael Boyle dalam pernyataan untuk latihan Valiant Shield.

Latihan perang ini sudah kedelapan kalinya digelar sejak pertama kali dimulai tahun 2006. Terakhir digelar pada tahun 2018 lalu. ***