Menu

Iran Diisukan Bakal Habisi Dubes AS untuk Afrika Selatan, Donald Trump Bersumpah akan Balas Dendam

Satria Utama 15 Sep 2020, 13:36
Donald Trump
Donald Trump

RIAU24.COM -  Sebuah laporan media menyebutkan Iran berencana membunuh Duta Besar AS untuk Afrika Selatan. Hal ini sontak membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka. Ia bersumpah akan membalas serangan Iran terhadap negaranya 1.000 kali lebih besar. 

Disebutkan, rencana pembunuhan itu sebagai balasan atas serangan drone militer AS yang menewaskan komandan pasukan elite Iran, Jenderal Qasem Soleimani, pada Januari lalu di Baghdad, Irak.

Media Amerika, mengutip pernyataan seorang pejabat yang disembunyikan identitasnya, melaporkan, Iran merencanakan pembunuhan dubes AS untuk Afrika Selatan sebelum pemilihan presiden pada November.

"Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan atau serangan lain terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani. Setiap serangan dalam bentuk apa pun oleh Iran terhadap Amerika Serikat akan dibalas 1.000 kali lebih besar!" cuit Trump, seperti dilaporkan kembali AFP, Selasa (15/9/2020).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan rencana pembunuhan tersebut sebagai informasi tidak berdasar dan bagian dari upaya busuk yang dilakukan berulang kali untuk menciptakan sikap antipati terhadap Iran di panggung internasional.

Hubungan antara AS dan Iran memburuk sejak revolusi Iran pada 1979 dan ekskalasinya terus meningkat sejak Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015 pada Mei 2018.

Kedua negara bahkan sempat terlibat bentrok militer, seperti penembakan drone AS oleh Iran di Selat Hormuz atas tuduhan pelanggaran wilayah udara.

Iran juga menyerang pangkalan militer Irak tempat bermarkasnya pasukan AS dan koalisi, sebagai respons atas pembunuhan Soleimani. Sementara itu AS terus meningkatkan embargo ekonomi yang membuat ekonomi Iran semakin terpuruk.

Tetapi sayang, di PBB, AS gagal memperpanjang embargo senjata terhadap Iran setelah hasil voting Dewan Keamanan PBB membatalkannya.