Refly Harun Sebut Ahok Tak Hanya Sekedar Goyang Pertamina, Tapi Head To Head Lawan Erick Thohir, Begini Analisanya

Siswandi
Rabu, 16 September 2020 | 11:58 WIB
Ahok dan Presiden Jokowi R24/wan Ahok dan Presiden Jokowi

RIAU24.COM -  Pakar hukum tata negara Refly Harun punya penilaian sendiri, terkait aksi Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, membongkar borok yang terjadi di perusahaan plat merah itu. Menurutnya, Ahok berani melakukan hal itu karena memiliki beking yang kuat, yakni Presiden Joko Widodo. 

Bahkan lebih dari itu, Refly menilai Ahok tidak lagi sekedar menantang direksi di Pertamina. Menurutnya, Ahok saat ini sedang head to head dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Hal itu tersirat dalam pernyataan Ahok yang meminta supaya BUMN dibubarkan saja dan diganti dengan superholding. 

Namun kondisinya tentu berbeda. Sebab, menurut Refly, Erick juga punya beking kuat yang sama, yakni Presiden Jokowi. Bagaimana jadinya?

Baca juga: BMKG Keluarkan Imbauan: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Angin Kencang Hingga Hujan Es

Pendapat itu dilontarkan Refly yang pernah menjabat Komisaris Utama PT Jasa Marga, dalam akun YouTube pribadinya, Rabu 16 September 2020. 

Refly mengatakan, adalah sesuatu yang mustahil ada komisaris BUMN berani melontarkan pernyataan yang demikian keras, jika hanya punya cantolan pejabat yang posisinya berada di bawah menteri atau sekedar menteri itu sendiri. 

“Nggak kuat, makanya orang seperti Ahok berani petantang-petenteng, ribut protes, karena cantolannya presiden langsung,” terangnya, dilansir rmol. 

Lebih lanjut, Refly mencontohkan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, yang jadi ciut nyalinya ketika menanggapi Ahok. Menurutnya, Arya akan lebih memilih diam karena terancam kalah jika menanggapi Ahok. 

“Arya Sinulingga yang biasanya boros omongan tidak berani juga langsung timpe Ahok. Ya dia tahu kalau adu kekuatan dia akan tersingkir,” tuturnya. 

Baca juga: Buru OPM, IPW Sarankan Pemerintah Terjunkan Densus 88 dan TNI Antiteror

Lebih lanjut, Refly menyorot pernyataan Ahok yang mengusulkan Kementerian BUMN dibubarkan saja dan diganti dengan superholding. Menurutnya, hal ini menandakan Ahok tidak lagi sekedar menantang direksi Pertamina. Namun Ahok sudah melangkah lebih jauh, sudah ingin head to head dengan Menteri BUMN Erick Thohir. 

“Ini sudah mau head to head dengan Erick. Sama Erick pun Ahok masih percaya diri, karena cantolannya sama-sama presiden,” urainya lagi. 

Menurutnya, Ahok percaya diri karena punya sejarah panjang dengan Presiden Joko Widodo. Setidaknya, keduanya pernah berpasangan maju di Pilgub DKI 2012 lalu. 

“Terbukti Ahok keluar dari LP langsung diangkat jadi komut Pertamina,” ujarnya lagi. ***



Informasi Anda Genggam



Loading...